KPK Endus Dugaan Uang Imbalan Vendor ke Pejabat BNPB
KPK mendalami dugaan kickback dari vendor proyek kepada oknum BNPB dalam pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan pemberian kickback atau uang imbalan dari pihak swasta penyedia proyek kepada oknum di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pendalaman ini dilakukan melalui pemeriksaan empat saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidik mendalami adanya inisiatif dari pihak swasta untuk memberikan sesuatu kepada internal BNPB, serta menelisik praktik campur tangan dan benturan kepentingan dalam proyek pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP).
“Di antaranya penyidik mendalami soal adanya kickback yang diduga diberikan oleh pihak swasta yang mengerjakan proyek-proyek di BNPB, yang diduga pemberian tersebut diberikan kepada oknum-oknum di lingkungan BNPB,” kata Budi Prasetyo, seperti dilansir RMOL.
Kasus ini terbagi ke dalam dua klaster, yakni dugaan konflik kepentingan senilai sekitar Rp148 miliar pada periode 2024–2026 yang terafiliasi dengan Bima Setiawan, serta klaster suap terkait permintaan fee oleh Richard Erlangga kepada penyedia proyek. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) sebelumnya, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dan menyita barang bukti senilai total Rp5,47 miliar.
Kelima tersangka tersebut adalah Bima Setiawan selaku tenaga ahli Kepala BNPB sekaligus adik mantan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Richard Erlangga selaku tenaga ahli Kepala BNPB saat itu, Gabriel Purwaka Sigit selaku Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta dua pihak swasta, Syifa Nrika Ghifarian dan Gery Prasetiawan.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMITurun Rp11 Ribu, Harga Emas Antam Terkoreksi ke Rp2.559.000 Per Gram
Rozie Winata·8 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolrestabes Medan Bongkar Gudang Narkoba Berkedok Pengolahan Pinang
Herman Saleh Harahap·29 menit yang lalu -
SUMUTAlami Kecelakaan Kerja, Karyawan PT SKI Mengaku Belum Terima Hak
Herman Saleh Harahap·43 menit yang lalu -
PENDIDIKANInsentif MBG Rp1 Triliun Dikritik, Pengawasan Dinilai Lebih Penting
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
EKONOMIBuntut Pemangkasan Ekspor Gas, RI dan Singapura Bersaing Bangun PLTN
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
EKONOMIIHSG Dibuka Menguat ke 5.305, JII Melonjak 1,31%, Sektor Apa Paling Cuan?
hendra·1 jam yang lalu -
POLITIKPengamat Sebut Prabowo Berpeluang Pulihkan Kepercayaan Publik
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMSELPHRI Sumsel Buka Pendaftaran Calon Ketua Hingga 27 November
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALUsai Penyelundupan Emas Digagalkan, Tommy Kurnian Minta Pengawasan Diperketat
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan