Alami Kecelakaan Kerja, Karyawan PT SKI Mengaku Belum Terima Hak
Anggota DPRD: Berpotensi ke Ranah Hukum
Karyawan PT SKI di Tapanuli Tengah mengaku belum menerima hak selama sakit usai kecelakaan kerja. DPRD meminta persoalan ditelusuri.
Nusantaraterkini.co, TAPTENG — Seorang karyawan PT Solusi Kontrol Informatika (SKI) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, mengalami kecelakaan kerja pada 30 September 2026 lalu, namun haknya hingga kini belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.
Dugaan persoalan ketenagakerjaan yang disebabkan kecelakaan kerja yang dialami seorang pekerja berinisial ZS, diungkapkan oleh Ketua Komisi C DPRD Tapteng, Willy Silitonga kepada awak media.
"Korban mengeluhkan hak atas gajinya selama menjalani masa sakit yang disebut belum dibayarkan oleh perusahaan tempat ia bekerja," ujar Willy, Kamis (29/10/2026).
Dikatakannya, persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai Undang-Undang Ketenagakerjaan serta kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban pelaporan kecelakaan kerja yang dialami karyawannya pada instansi ketenagakerjaan.
Willy Silitonga mengungkapkan, persoalan ini berpotensi dibawa ke ranah hukum. DPRD Tapteng juga mempertimbangkan pemanggilan pihak Manajemen dari PT SKI untuk meminta penjelasan terkait pengawasan terhadap karyawan perusahaan yang mengalami kecelakaan kerja di lokasi perusahaan.
Ia juga berharap Dinas Ketenagakerjaan Tapteng bersama UPT Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara segera menelusuri dugaan kecelakaan kerja tersebut, termasuk memastikan status pelaporan kecelakaan dan pemenuhan hak-hak atas ZS selama menjalani masa sakit.
"Kewajiban pelaporan kecelakaan kerja diatur dalam ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja. Sementara itu, hak pekerja atas upah selama sakit perlu diperiksa berdasarkan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, kondisi hubungan kerja, serta bukti medis dan dokumen pendukung lainnya," jelasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, PT Solusi Kontrol Informatika Tapteng maupun pihak terkait dugaan tersebut masih belum bisa dimintai keterangan atas kejadian kecelakaan kerja terhadap karyawannya.
(Jjm/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONAL8.000 Pekerja Epson Cikarang Tuntut Perubahan Status PKWT Jadi PKWTT, Gelar Aksi di Kemnaker
7 menit yang lalu -
POLITIKPastikan Legislatif dan Eksekutif Tapteng Tak Pernah Bertengkar, Antonius Hutabarat: Beda Pendapat Itu Lumrah
Rozie Winata·9 menit yang lalu -
OLAHRAGAChelsea Didepak Liverpool dari Carabao Cup, Xabi Alonso Sebut Bukan Prioritas Utama
Rozie Winata·19 menit yang lalu -
NEWS VIDEOSasar Polisi Nakal, Propam Razia Tujuh Tempat Hiburan di Palembang
Fadli Tara·30 menit yang lalu -
EKONOMIBiaya Investasi AI Membengkak, Saham AS Rontok Dipimpin Kejatuhan Alphabet
Rozie Winata·51 menit yang lalu -
EKONOMIBulog Padangsidimpuan Perketat Pengawasan Distribusi Beras SPHP
Herman Saleh Harahap·56 menit yang lalu -
-
POLITIKFormappi Curiga DPR Sengaja Gantung Revisi UU Pemilu demi Kepentingan Politik 2029
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Bersihkan Fasum dan Rumah Ibadah Pascabanjir
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
EKONOMIPeretasan Senilai US$5,8 Miliar di Binance Catat Rekor Terbesar dalam Sejarah Kripto, Geser Kasus Bybit
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan