Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rupiah Menguat ke Rp18.134 per Dolar AS, Naik 0,28% pada Pembukaan

Rupiah menguat 0,28% ke Rp18.134 per dolar AS pada Kamis, 29 Oktober 2026, setelah melemah pada perdagangan sebelumnya.

Seorang pekerja tengah memperlihatkan mata uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
Seorang pekerja tengah memperlihatkan mata uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan Kamis (29/10/2026) dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 50 poin atau 0,28% ke level Rp18.134 per dolar AS hingga pukul 09.15 WIB.

Penguatan ini menjadi angin segar bagi mata uang Garuda setelah mengalami pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Pada Rabu (28/10/2026), rupiah ditutup terkoreksi 28 poin atau 0,15% ke posisi Rp18.184 per dolar AS.

Dengan pergerakan tersebut, rupiah menunjukkan upaya pemulihan pada awal sesi perdagangan. Meski begitu, penguatan di pagi hari belum cukup untuk memastikan mata uang domestik mampu mempertahankan tren positif hingga penutupan pasar.

Dolar AS Menguat terhadap Sejumlah Mata Uang Asia

Di tengah penguatan rupiah, dolar AS justru bergerak naik terhadap sejumlah mata uang di kawasan Asia. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pergerakan mata uang regional berlangsung beragam pada awal perdagangan.

Mengacu pada data pasangan mata uang yang tersedia, dolar AS menguat 0,13% terhadap yen Jepang ke level 157,6400. Dolar AS juga naik 0,01% terhadap dolar Hong Kong ke 7,8450 dan menguat 0,14% terhadap dolar Singapura ke 1,2798.

Tekanan terhadap mata uang Asia terlihat lebih besar pada won Korea Selatan. Dolar AS menguat 0,65% terhadap won ke level 1.334,0300. Sementara itu, dolar AS naik 0,31% terhadap peso Filipina ke 63,8400.

Terhadap yuan China, dolar AS menguat 0,06% ke 6,6628. Kenaikan juga tercatat terhadap ringgit Malaysia sebesar 0,25% ke 4,0667 serta baht Thailand sebesar 0,11% ke 33,6960.

Adapun terhadap rupee India, dolar AS naik 0,12% ke 95,2300. Dolar AS juga menguat 0,15% terhadap dolar Taiwan ke level 32,4700.

Apa yang Perlu Dicermati dari Pergerakan Rupiah?

Perbedaan arah pergerakan rupiah dan sejumlah mata uang Asia menunjukkan bahwa dinamika nilai tukar tidak selalu bergerak seragam. Perubahan permintaan terhadap dolar AS, sentimen investor, serta perkembangan ekonomi global dapat memengaruhi masing-masing mata uang dengan tingkat yang berbeda.

Pelaku pasar juga akan mencermati arah indeks dolar AS, perkembangan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Faktor domestik, termasuk kebijakan Bank Indonesia dan arus modal asing di pasar keuangan, turut menjadi perhatian dalam menentukan arah rupiah.

Untuk saat ini, penguatan rupiah sebesar 0,28% pada awal perdagangan memberikan sinyal positif setelah koreksi sehari sebelumnya. Namun, investor dan pelaku usaha tetap perlu memantau perkembangan pasar sepanjang hari untuk melihat apakah penguatan tersebut dapat berlanjut.

Catatan: Data nilai tukar dalam berita ini mengacu pada angka yang tersedia dalam naskah hingga pukul 09.15 WIB pada Kamis, 29 Oktober 2026.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru