Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penembakan Wadan Koti PP Deliserdang
Konsumsi Sabu Sebelum Beraksi
Polda Sumut menetapkan dua tersangka penembakan Wadan Koti PP Deliserdang Donny Pacek. Salah satu tersangka masih dirawat di rumah sakit.
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kasus penembakan yang menewaskan Wakil Komandan Komando Inti (Wadan Koti) Mahatidana Pemuda Pancasila Kabupaten Deliserdang, Donny Pacek (40), akhirnya terungkap. Terduga otak pelaku pembunuhan sempat menggunakan narkoba jenis sabu sebelum melancarkan aksi kejinya. Hal ini dibuktikan dari hasil tes urine tersangka yang dinyatakan positif mengandung amphetamine.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara kini telah menetapkan dua orang sebagai tersangka utama. Kedua pelaku tersebut adalah Dwika Anggara Cipta (22) alias DAC, warga Dusun IV Gang Bilal Belakang, Tanjung Morawa, dan Afriandi Anas Limbong (20) alias AAL, warga Gang Pribadi Dusun III, Tanjung Morawa.
Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Cornelis Mangarahon Simanjuntak, menyebutkan, tersangka DAC diduga merupakan otak dari pembunuhan berencana ini. DAC diketahui memerintahkan AAL untuk menghabisi nyawa Donny Pacek menggunakan sebuah senjata api jenis pistol combat dengan amunisi ukuran 9 mm.
Peristiwa berdarah ini terjadi di Jalan Limau Mukur, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 21.45 WIB. Sebelum penembakan terjadi, DAC sudah mempersiapkan dan mengokang senjata api tersebut, lalu menyerahkannya kepada AAL.
"DAC ini sudah menyampaikan ke AAL, 'berangkat, senjata api di DAC'. Senjata api sudah dikokang, minta tolong untuk ditembakkan," ungkap Kombes Pol Cornelis, Kamis (22/10/2026).
Saat kejadian, paparnya, korban Donny Pacek sedang mengendarai mobil Toyota Yaris dari arah Kantor Koti PP Deliserdang bersama delapan orang temannya. Mereka berniat menuju rumah salah satu anggota di Komplek Puskop ABRI, Desa Bandar Labuhan, Tanjung Morawa.
Di tengah jalan, kedua tersangka yang berboncengan sepeda motor langsung memepet rombongan korban. AAL yang bertindak sebagai eksekutor langsung melepaskan tembakan jarak dekat. Peluru maut tersebut melesat tajam dan tepat mengenai leher Donny Pacek hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Setelah terkena tembakan di leher, korban mengalami kejang-kejang refleks yang membuat kakinya menekan pedal gas mobil semakin dalam. Akibatnya, mobil Yaris yang dikemudikan korban melaju kencang tanpa kendali dan langsung menghantam sepeda motor tersangka dari belakang.
Akibat tabrakan keras tersebut, kedua tersangka terpental jatuh ke aspal. Apesnya, saat terjatuh, pistol yang dipegang oleh AAL mendadak meledak tidak sengaja dan pelurunya justru bersarang di punggung DAC.
Saat ini pihak kepolisian telah resmi menahan tersangka AAL untuk mempertanggungjawabkan kasus pembunuhan berencana.
"Sementara DAC masih menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit akibat luka tembak dari senjatanya sendiri," pungkasnya.
(Ton/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
INTERNASIONALUN Day 2026, Sekjen PBB Serukan Komitmen Multilaterisme
Herman Saleh Harahap·23 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Tetapkan Dua Tersangka Penembakan Wadan Koti PP Deliserdang
Herman Saleh Harahap·47 menit yang lalu -
EKONOMIWamenkop Dorong Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Nagari di Pasaman
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALMabes TNI Siap Koordinasi dengan KPK Usut Kasus BNPB
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEODua Tahun Prabowo, Andre Rosiade Soroti Pembenahan SDA hingga Program MBG
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOLalu Niqman Zakir Dorong DPD RI Bertransformasi Menjadi Parlemen Digital
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut Ajak ASN Cerdas Mengelola Keuangan Investasi
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANPemko Medan Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Lanjut Turun ke Level Rp2.550.000 Per Gram, Cek Lengkapnya!
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALOndim Mengaku Terima Suap Proyek: Waktu Plt, Saya Takut
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan