Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Karhutla Way Kambas Belum Padam, BNPB Kerahkan Personel dan Helikopter Water Bombing

BNPB mencatat 34 titik karhutla di Way Kambas per 24 Oktober 2026. Sebanyak 12 hektare lahan di Lampung masih dalam penanganan.

Manggala Agni kembali memadamkan karhutla di Kebun Raya Sriwijaya setelah api kembali muncul pada hari kedelapan penanganan, Jumat (11/9/2026). (Foto: manggala agni)
Manggala Agni kembali memadamkan karhutla di Kebun Raya Sriwijaya setelah api kembali muncul pada hari kedelapan penanganan, Jumat (11/9/2026). (Foto: manggala agni)
A A

Nusantaraterkini.co,  – Kebakaran hutan dan lahan () di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung, belum sepenuhnya teratasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana () terus mengintensifkan upaya pemadaman untuk mengendalikan api sekaligus melindungi ekosistem dan satwa liar di kawasan konservasi tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan , Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa berdasarkan data per Sabtu (24/10/2026), terdapat 34 titik kebakaran dengan sekitar 16 hektare lahan yang belum padam.

Sementara itu, berdasarkan data per 25 Oktober 2026, luas area kebakaran yang masih dalam penanganan di tercatat sekitar 12 hektare.

Berton mengatakan, operasi penanganan di Way Kambas telah dilakukan sejak September dan kembali diperkuat pada Oktober. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan titik api yang masih aktif dapat dikendalikan serta mencegah kebakaran meluas ke area lain.

"Kami ingin menyampaikan bagaimana penanganan karhutla di Lampung, di Taman Nasional Way Kambas. Saat ini kami sudah memulai operasi sebenarnya sejak tanggal 22 September, dan terus kami lakukan juga di tanggal 25 September, berlanjut lagi tanggal 22 Oktober, dan saat ini kita fokuskan lagi menangani karhutla tersebut," ujar Berton dalam konferensi pers, Senin (26/10/2026).

Upaya pemadaman juga melibatkan helikopter untuk pengeboman air atau water bombing yang mulai beroperasi pada 25 September. Dukungan dari udara diperlukan terutama untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses oleh personel di darat.

Lima Strategi Pengendalian Api

BNPB menerapkan sejumlah langkah untuk mempercepat penanganan kebakaran di kawasan Way Kambas. Salah satunya dengan membagi personel berdasarkan tingkat kesulitan dan besarnya titik api.

Menurut Berton, lokasi dengan kebakaran yang lebih besar akan mendapatkan dukungan personel lebih banyak agar proses pemadaman dapat berjalan efektif.

"Titik yang berat, titik yang besar, tentu akan mendapatkan jumlah personel yang banyak pula," katanya.

Strategi berikutnya adalah memperkuat pemantauan dan pelaporan titik api. Pemantauan dilakukan melalui berbagai cara, termasuk pengamatan dari udara, untuk mendeteksi kemunculan titik api baru sedini mungkin.

BNPB juga mengoptimalkan penggunaan peralatan pemadam, seperti pompa air dan perlengkapan pendukung lainnya. Peralatan tersebut digunakan sesuai kondisi lapangan untuk mempercepat proses pemadaman.

Selain itu, operasi darat dan udara diintegrasikan agar penanganan lebih efektif. Helikopter water bombing digunakan untuk menjangkau area yang sulit diakses dan memadamkan api di permukaan, kemudian dilanjutkan dengan penanganan oleh satgas darat.

Langkah lainnya adalah menelusuri penyebab kebakaran sekaligus melakukan upaya pencegahan agar titik api baru tidak kembali muncul.

Keselamatan Petugas dan Perlindungan Satwa Jadi Prioritas

Di tengah upaya pemadaman, BNPB juga menaruh perhatian terhadap keselamatan petugas yang bekerja di lapangan. Ketersediaan peralatan pendukung dan air minum menjadi bagian dari persiapan untuk mengurangi risiko dehidrasi selama operasi berlangsung.

Penanganan karhutla di Way Kambas tidak hanya bertujuan memadamkan api, tetapi juga meminimalkan dampak terhadap satwa liar yang hidup di kawasan taman nasional tersebut.

Berton menjelaskan, operasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga warga setempat.

"Tentu banyak unsur yang terlibat di sana: ada TNI, BPBD, Polri, kemudian Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan masyarakat sendiri pun ikut membantu, terutama menangani agar tidak ada dampak yang signifikan terhadap satwa yang memang kita lindungi," kata Berton.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus menjaga kawasan konservasi Way Kambas dari kerusakan lebih luas.

Dengan masih adanya area yang dalam penanganan, pemantauan dan pemadaman akan terus menjadi perhatian. Selain memastikan api benar-benar padam, upaya pencegahan diperlukan untuk mengurangi risiko munculnya kebakaran susulan yang dapat mengancam habitat satwa dan kelestarian hutan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait