Rupiah Tembus Rp18.022 per Dolar AS, Analis Prediksi Berlanjut Melemah Hari Ini
Rupiah melemah ke Rp18.022 per dolar AS pada 22 Oktober 2026. Analis memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp18.020–Rp18.070 hari ini.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Mata uang Garuda dibuka melemah 0,17% ke level Rp18.022 per dolar Amerika Serikat (AS), seiring pergerakan sejumlah mata uang Asia yang juga berada di zona merah.
Pelemahan rupiah terjadi setelah mata uang domestik tersebut menutup perdagangan sebelumnya dengan penurunan 0,17%. Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di tengah respons pasar terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).
Pada perdagangan pagi ini, sejumlah mata uang Asia turut melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia turun 0,02%, yuan China melemah 0,01%, peso Filipina terkoreksi 0,05%, dolar Taiwan turun 0,27%, dan dolar Singapura melemah 0,03%.
Namun, tidak semua mata uang kawasan bergerak negatif. Yen Jepang menguat 0,03%, dolar Hong Kong naik 0,01%, won Korea Selatan menguat 0,11%, rupee India naik 0,48%, dan baht Thailand menguat 0,02%.
Kebijakan BI Jadi Perhatian Pasar
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah berkaitan dengan respons pasar terhadap keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate, sementara suku bunga deposit facility dinaikkan.
Menurut Lukman, meredanya tekanan di pasar saham domestik turut membantu membatasi pelemahan rupiah agar tidak semakin dalam.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS merespons langkah BI yang mempertahankan tingkat suku bunga. Tekanan yang mereda di pasar ekuitas sedikit banyak menahan pelemahan lebih lanjut," ujar Lukman, Rabu (21/10/2026).
Perkembangan pasar saham dan respons investor terhadap kebijakan moneter menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam mencermati pergerakan rupiah selanjutnya.
Rupiah Diprediksi Bergerak di Rp18.020–Rp18.070
Sementara itu, Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis.
Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah berada pada rentang Rp18.020 hingga Rp18.070 per dolar AS.
Untuk perdagangan sepanjang pekan ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp18.200 per dolar AS.
Proyeksi tersebut menunjukkan rupiah masih menghadapi tekanan, meskipun pergerakannya berpotensi berubah mengikuti perkembangan pasar keuangan dan respons investor terhadap kebijakan ekonomi.
Investor dan pelaku usaha perlu mencermati perkembangan nilai tukar, keputusan bank sentral, serta pergerakan mata uang regional untuk mengantisipasi risiko perubahan kurs.
Dengan rupiah yang dibuka pada level Rp18.022 per dolar AS, arah perdagangan selanjutnya akan menjadi perhatian pasar dalam menilai seberapa kuat tekanan terhadap mata uang Garuda sepanjang hari.
Catatan: Proyeksi kurs merupakan perkiraan analis, bukan kepastian pergerakan pasar.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSJejen Musfah Kritik Prioritas MBG: Pendidikan Butuh Guru Sejahtera, Bukan Sekadar Makan Gratis
hendra·22 menit yang lalu -
EKONOMIRupiah Tembus Rp18.022 per Dolar AS, Analis Prediksi Berlanjut Melemah Hari Ini
hendra·44 menit yang lalu -
-
NEWSHensa Kritik Keras Komunikasi Pemerintahan Prabowo: Bukan Lagi Masalah, tapi Sudah Jadi Penyakit
hendra·1 jam yang lalu -
-
-
-
INTERNASIONALBandara Dammam Arab Saudi Diserang, 1 Orang Tewas dan 8 Luka-luka
hendra·2 jam yang lalu -
SUMUTCermin Wajah Kota, Langkah Konkret Letnan Dalimunthe Kembali Diuji
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSSaid Abdullah Minta Pemda Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Karhutla di Jawa Timur
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan