Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rupiah Tertekan hingga Rp18.060 per Dolar AS, Simak Proyeksi Kurs Hari Ini Jumat 23 Oktober 2026

Rupiah melemah ke Rp18.060 per dolar AS pada 22 Oktober 2026. Simak faktor tekanan, pergerakan mata uang Asia, dan proyeksi kurs hari ini.

Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
A A

Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ€“ Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (22/10/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda dipengaruhi aksi jual bersih investor asing di pasar domestik serta meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Doo Financial Futures dalam bahan laporan, rupiah ditutup pada level Rp18.060 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 38 poin atau sekitar 0,21% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi ketika pergerakan mata uang Asia menunjukkan arah yang beragam. Sejumlah mata uang kawasan melemah terhadap dolar AS, sementara yen Jepang, dolar Hong Kong, dolar Singapura, dan yuan China berhasil menguat.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai arus keluar dana asing dari pasar domestik menjadi salah satu faktor yang menekan rupiah, meskipun sejumlah indikator sentimen dalam negeri menunjukkan perbaikan.

Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang Indonesia. Pergerakan harga komoditas tersebut dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk laporan mengenai kemungkinan langkah militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, terutama ketika ketidakpastian global meningkat.

Mata Uang Asia Bergerak Bervariasi

Pada perdagangan Kamis sore, rupee India dan dolar Taiwan masing-masing melemah sekitar 0,37% terhadap dolar AS. Peso Filipina terkoreksi 0,28%, baht Thailand turun 0,20%, sedangkan ringgit Malaysia melemah 0,03%.

Sebaliknya, yen Jepang menguat 0,59%. Dolar Hong Kong naik 0,07%, dolar Singapura menguat 0,05%, dan yuan China bertambah 0,02%.

Perbedaan arah pergerakan mata uang tersebut mencerminkan respons pasar yang beragam terhadap perkembangan ekonomi global dan perubahan selera risiko investor.

Proyeksi Rupiah Jumat 23 Oktober 2026

Untuk perdagangan Jumat (23/10/2026), Lukman Leong memperkirakan rupiah berpotensi bergerak konsolidatif dengan kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Pelaku pasar diperkirakan masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta pergerakan pasar saham yang dapat memengaruhi arus modal asing.

Selain faktor eksternal, kondisi pasar keuangan domestik dan respons investor terhadap kebijakan moneter juga menjadi perhatian dalam menentukan arah pergerakan rupiah berikutnya.

Meski terdapat peluang konsolidasi, tekanan terhadap rupiah masih perlu diwaspadai apabila permintaan dolar AS meningkat atau ketidakpastian global kembali memicu aksi pengurangan risiko oleh investor.

Dengan demikian, perkembangan harga minyak dunia, arus dana asing, dan dinamika geopolitik menjadi sejumlah faktor penting yang perlu diperhatikan dalam memantau nilai tukar rupiah pada akhir pekan ini.

Catatan data: Kurs penutupan Rp18.060 merupakan data pasar yang tercantum dalam bahan laporan. Angka ini perlu dibedakan dari kurs referensi Bank Indonesia karena metode dan waktu pencatatannya tidak selalu sama. Data JISDOR BI yang tersedia untuk 21 Oktober 2026 tercatat Rp17.986 per dolar AS.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait