Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Menko Pangan Zulkifli Hasan Janji Ubah Sampah jadi Energi dalam 2 Tahun, DPR Bilang Kelamaan

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi XII DPR Syafruddin. (Foto: Dok.DPR)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut solusi pengolahan sampah menjadi energi listrik membutuhkan waktu paling lama dua tahun.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi XII DPR Syafruddin berpandangan, target waktu dua tahun untuk mewujudkan hal tersebut terlalu lama.

“Kalau sampai dua tahun itu kelamaan. Teknologi pengolahan sampah modern menjadi energi saat ini sudah banyak tersedia. Jadi saya rasa tinggal komitmen pemerintah saja kapan mau merealisasikannya,” tegas Syafruddin, Senin (6/10/2025).

Baca Juga : Menkeu Purbaya Bongkar sejak 2018 Pertamina Janji Bangun 7 Kilang Baru Ternyata Zonk, Malah Kilang yang Ada 'Dibakar'!

Ia mengatakan, Pemerintah seharusnya mampu mempercepat implementasi solusi ini karena secara teknis dan teknologi sudah bukan lagi kendala. “Sebulan saja saya yakin bisa kok, asal pak Zulhas mau,” sindir Syafruddin.

Syafruddin menekankan bahwa persoalan sampah sudah menjadi isu darurat nasional yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup. 

Karena itu, solusi konversi sampah menjadi energi harus segera diakselerasi sebagai bagian dari kebijakan ketahanan energi sekaligus pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Ia pun mengingatkan pemerintah agar tidak lagi terjebak dalam wacana dan perdebatan birokrasi yang berkepanjangan. 

“Yang dibutuhkan rakyat adalah langkah nyata, bukan janji-janji. Potensi sampah kita besar, jika dikelola dengan benar justru bisa menjadi sumber energi alternatif yang bermanfaat,” tutup Syafruddin.

Baca Juga : Meledak! Noorsy Beber Dosa-dosa Ekonomi Rezim SBY dan Rezim Jokowi yang Memperdalam Kesusahan Rakyat hingga Tanya Prabowo Mau Ngapain?

Sebelumnya, Menko Pangan Zulkifli Hasan menjabarkan solusi dalam mengatasi masalah sampah di Indonesia. Dia menjanjikan persoalan itu bisa rampung dua tahun. 

"Sampah kita 42 persen dari sisa makanan tentu ini harus kita selesaikan. Ada beberapa cara penyelesaiannya, kita akan selesaikan dalam dua tahun. Yang besar, 1.000 ton satu hari kita akan selesaikan melalui waste to energy, melalui insinerator. Jadi sampah yang berbahaya yang bisa bawa penyakit tapi kita ubah jadi bermanfaat jadi energi listrik," kata Zulhas. 

(cw1/nusantaraterkini.co)