Evaluasi Setahun Kepemimpinan Rico Waas-Zakiyuddin, Cipayung Plus Bakar Ban hingga Beri Hadiah Pomade dan Lipstik
Cipayung Plus demo setahun Rico-Zaki di Medan, aksi bakar ban hingga beri pomade sebagai kritik kepemimpinan
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Aliansi Cipayung Plus Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Medan, Kamis (12/2/2026).
Aksi ini mereka lakukan sebagai bentuk evaluasi satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap.
Dalam pernyataan sikapnya, Cipayung Plus Sumut menilai Pemko Medan gagal menghadirkan tata kelola pemerintahan yang adil, transparan, dan berpihak kepada rakyat.
Mereka menyebut kepemimpinan saat ini lebih menonjolkan “pembangunan etalase” ketimbang pembenahan substansi kebijakan publik.
Koordinator aksi, Akbar, dalam orasinya menegaskan, kehadiran mahasiswa bertujuan menyampaikan aspirasi, bukan untuk berkonfrontasi dengan aparat.
“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi. Kami meminta Wali Kota Medan segera mundur dari jabatannya. Jika merasa masih layak memimpin, silakan datang dan berdialog langsung dengan kami. Jangan menghindar,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kekosongan sejumlah jabatan kepala dinas yang dinilai berlarut-larut dan mencerminkan lemahnya kepemimpinan.
“Setahun menjabat, tetapi sejumlah kepala dinas belum juga dilantik. Alasannya ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Namun hingga kini tak kunjung ada kepastian,” ujarnya.
Massa aksi turut mengkritik tindakan Satpol PP dalam penertiban reklame yang dinilai mengabaikan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk dugaan tidak digunakannya alat pelindung diri (APD).
“Keselamatan petugas harus menjadi prioritas. Jangan sampai karena abai terhadap keselamatan justru jatuh korban,” kata Akbar.
Mereka juga menilai penertiban terhadap reklame yang disebut masih memiliki izin berpotensi merugikan pelaku usaha dan mengganggu iklim investasi di Kota Medan. Ketidakpastian regulasi terkait Perda PBG dinilai dapat berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Salah satu contohnya adalah peristiwa yang baru-baru ini viral, ketika Dinas Perkim dan Satpol PP secara arogan menertibkan reklame milik pelaku usaha yang jelas ada izinnya," sebutnya.
Tindakan tersebut mereka nilai akan berdampak buruk terhadap iklim usaha di Kota Medan yang kian terpuruk akibat sikap arogansi pemerintah kota.
Sorotan lain diarahkan pada penanganan banjir yang melanda Kota Medan tahun lalu yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret yang dirasakan masyarakat.
Dalam orasi lainnya, seorang mahasiswi menyampaikan kritik terhadap gaya kepemimpinan Wali Kota.
“Kami tidak butuh video ucapan belasungkawa. Rico Waas ini Wali Kota Medan atau Wali Kota TikTok?,” teriaknya, disambut sorakan massa.
Massa juga meminta aparat kepolisian dan Satpol PP memfasilitasi pertemuan langsung dengan Wali Kota Medan dan Sekretaris Daerah agar aspirasi dapat disampaikan secara terbuka.
Sebagai bentuk protes, massa sempat melakukan aksi bakar ban di depan lokasi. Mereka juga memberikan simbolis pomade dan lipstik kepada perwakilan Pemko Medan untuk disampaikan kepada Wali Kota.
Dalam aksi ini, massa hanya ditemui Asisten Umum Pemko Medan yang oleh mahasiswa tidak memiliki kapasitas untuk menjawab tuntutan. Karena itu, massa menolak memberikan kesempatan tanggapan.
Usai berorasi di depan Kantor Wali Kota, massa melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Kota Medan untuk menyampaikan aspirasi serupa, kemudian membubarkan diri dengan tertib.
(Akb/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALDalih Kasihan karena Korban Yatim, Guru SMP di Situbondo Diduga Cabuli Siswinya
hendra·1 jam yang lalu -
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
-
SUMSELJaga Keselamatan 3,2 Juta Penumpang, PT KAI Divre III dan BPKARSS Intensifkan Perawatan Jalur LRT Sumsel
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALTerungkap! Pemilik Rumah Penyimpan 101 Burung Dilindungi Ternyata Paman Terpidana Perdagangan Satwa
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 106 Gram Ganja, Residivis Narkoba 59 Tahun Diciduk Polres Pematangsiantar
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALTerbongkar! 101 Burung Langka Disimpan di Rumah Medan Deli, 11 Ditemukan Mati: Pemilik Diburu
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSUsai Sidak Ombudsman, Miras hingga Alat Fitness di Lapas Cibinong Menghilang, Kemenimipas Turun Tangan Selidiki
hendra·4 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Indonesia Vs Malaysia, John Herdman Ungkap Kondisi 3 Pemain Kunci
hendra·5 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan