Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Dua bulan pascabencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) banyak korban yang belum dapat dievakuasi atau ditemukan, hal ini terjadi pada salah satu keluarga di Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Perwakilan keluarga, Ratakan Zendrato, kepada awak media menyampaikan kalau lebih dari dua bulan sejak peristiwa bencana terjadi pada (25/11/2025), pihak keluarga belum melihat maupun menerima adanya upaya lanjutan pencarian terhadap orang tua mereka dari Pemkab Tapteng.
"Radina Mendrofa, dinyatakan hilang dan belum ditemukan sampai saat ini," ungkapnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Sabtu (7/2/2026).
Baca Juga : Tito Karnavian Resmikan Pembangunan Huntara Sebanyak 1.300 Unit di Sumatera
Menurut keluarga, berbagai pernyataan yang menyebutkan bahwa ketidakpuasan mereka hanya bersifat emosional justru tidak menyentuh akar persoalan. Keluarga menegaskan bahwa tuntutan tersebut merupakan hal yang wajar, mengingat kehilangan anggota keluarga adalah duka mendalam yang membutuhkan kepastian dan kehadiran negara.
“Kami tidak membutuhkan bantahan atau pernyataan penguatan, yang kami harapkan adalah tindakan nyata berupa pencarian dan evakuasi korban jiwa yang belum ditemukan,” ujar Ratakan Zendato.
Selain itu, keluarga korban juga menyoroti minimnya keterlibatan tim evakuasi resmi sejak awal kejadian. Mereka mengungkapkan bahwa upaya pencarian terhadap dua korban sebelumnya, yakni ayah dan adik korban, lebih banyak dilakukan melalui kerja keras keluarga bersama masyarakat setempat secara mandiri.
Baca Juga : TNI Dukung Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumbar, Sumut dan Aceh
Hingga saat ini, satu korban lainnya masih belum ditemukan dan keluarga mengaku masih terus melakukan pencarian dengan kemampuan yang sangat terbatas.
Keluarga menilai, sejak masa tanggap darurat hingga memasuki tahap pemulihan yang telah berlangsung lebih dari dua bulan, tidak terlihat adanya operasi pencarian dan evakuasi yang dilakukan secara aktif dan berkelanjutan oleh tim resmi, maupun pencarian yang dilakukan secara bersamaan dengan pihak keluarga. Kondisi tersebut dinilai semakin menambah beban psikologis keluarga korban yang masih menunggu kejelasan dan kepastian.
Pihak keluarga akhirnya mengajukan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Gubernur Sumatera Utara, Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah, serta seluruh jajaran pemerintah yang membidangi penanggulangan bencana. Surat tersebut berisi permohonan agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata berupa pencarian dan evakuasi korban jiwa yang hingga kini belum ditemukan.
Baca Juga : BNPB Dorong Relokasi Pasar Simpang Tiga Bener Meriah Berbasis Mitigasi Bencana
Dalam surat terbuka tersebut, keluarga korban secara khusus meminta perhatian Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, agar mengakomodasi permohonan yang telah disampaikan serta menjalankan kewenangan sesuai dengan peraturan dan instruksi penanggulangan bencana yang berlaku.
Sementara itu, paman korban yang merupakan seorang jurnalis disalah satu media online telah menyampaikan surat tersebut kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah, Leo Sinaga, dan membahas hal ini melalui via telpon juga pesan whatsapp.
Dan telah disepakati untuk diagendakan pertemuan untuk membahas persoalan tersebut bersama keluarga korban, namun pada waktu yang telah dijadwalkan, Kepala BPBD Tapanuli Tengah diketahui sedang berada di luar kota.
Baca Juga : Desa Sukajadi 'Hilang' Pasca-Banjir Aceh Tamiang, Pertamina EP Rantau Field Beri Bantuan Berkelanjutan
Keluarga berharap ada tindak lanjut pencarian korban dari pemerintah terkhusus Pemkab Tapteng, dapat segera mengambil langkah konkret sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan kepastian, keadilan, dan penghormatan terhadap hak-hak warga yang terdampak bencana.
(Jjm/Nusantaraterkini.co)
