Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Beberapa bulan terakhir, warga Samosir masih dirundung duka atas tenggelamnya 5 korban di perairan Danau Toba Samosir, satu di antaranya berhasil selamat.
Kejadian tragis pertama kali, satu orang penembak ikan yang tak muncul ke permukaan lalu disusul dua temanya. Ketiganya tidak muncul ke permukaan sehingga dinyatakan tenggelam di Pelabuhan Onan Runggu.
Baca Juga : KAI Sumut Layani 233 Ribu Penumpang Januari 2026, KA Siantar Ekspres jadi Primadona
Tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi pada 17 Mei 2025 lalu. Para korban ditemukan di sekitar Pelabuhan Fery Onan Runggu.
Kemudian peristiwa tragis lainnya, dua orang bersaudara hendak menembak burung ke suatu pulau. Naasnya, sampan yang mereka gunakan diterjang ombak besar hingga terbalik dan tenggelam.
Baca Juga : Kejati Sumut Tahan GM PT Yodya Karya Terkait Korupsi KSPN Danau Toba Senilai Rp13 Miliar
Peristiwa ini terjadi pada 10 Juni 2025 di Perairan Danau Toba, Desa Cinta Dame, Kabupaten Samosir.
Adik korban berhasil selamat, dia ditemukan warga terhimpit di bebatuan di Pulau Dattar, sedangkan Abangnya tenggelam dan ditemukan dengan keadaan meninggal dunia pada 11 Juni 2025 di Pantai Ciara, Tigaras, Kabupaten Simalungun.
Informasi yang dihimpun, bahwa korban tenggelam di Danau Toba diduga disebabkan arus air yang kuat, ombak kencang.
Kejadian tersebut menjadi catatan sejarah pada pertengahan tahun 2025, sudah dua kali kejadian korban tenggelam di Danau Toba Samosir, empat orang di antaranya meninggal dunia, dan satu orang selamat.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan untuk berhati-hati ketika beraktivitas di sekitaran Danau Toba.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan, untuk berhati-hati ketika sedang menjalankan aktivitas di sekitar Danau Toba. Mengingat dalam beberapa bulan ke depan informasi dari BMKG, seputaran Danau Toba termasuk Samosir dua sampai tiga bulan ke depan hingga Agustus, mengalami cuaca extrim spesifik, angin kencang ini menandakan membuat ombak cukup tinggi di Danau Toba," ujarnya, Jumat (13/6/2025).
Ia meminta kepada seluruh masyarakat dan wisatawan agar waspada ketika melakukan aktivitas atau melakukan perjalanan ke Danau Toba.
"Untuk seluruh masyarakat agar lebih waspada dan diperhatikan ketika hendak ingin melakukan aktivitas seputar Danau Toba atau melakukan perjalanan berkunjung ke Samosir," tambahnya.
Ia juga mengatakan bahwa imbauan yang diberikan segaligus peringatan penting dari BMKG.
"Imbauan kami kepada masyarakat maupun wisatawan, agar tetap berhati-hati ketika menjalankan aktivitas sehari-hari di sekitar Danau Toba. Sekaligus menyampaikan infomasi peringatan angin kencang yang disampaikan dari BMKG, untuk waspada," tutupnya.
(jas/nusantaraterkini.co)
