Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cegah Kelangkaan, Mendag Minta Produsen Hidupkan Lagi Second Brand Minyak Goreng

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri Perdagangan Budi Santoso saat meninjau ketersediaan minyak di PT Indokarya Internusa Palembang, Kamis (12/2/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong para produsen minyak goreng untuk memproduksi kembali berbagai merek lapis kedua (second brand) guna memperkuat ketahanan pasokan nasional dan mencegah ketergantungan masyarakat yang terlalu tinggi pada satu produk saja.

Langkah ini bertujuan agar pasar tidak lagi hanya mengacu pada MinyaKita sebagai satu-satunya indikator ketersediaan barang, yang selama ini sering memicu narasi kelangkaan di tengah masyarakat apabila stok produk pemerintah tersebut menipis.

Baca Juga : Tom Lembong-Hasto Kristiyanto dapat Abolisi dan Amnesti dari Prabowo, Pakar: Memang Kental Motif Politiknya

"Minyak second brand merupakan pendamping dari MinyaKita. Apabila banyak produksi merek pendamping ini, maka masyarakat mendapatkan banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak bergantung pada satu produk," ujar Budi, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga : Mangga Dua Disebut Sarang Produk Bajakan, Ini Respons Mendag hingga Komisi VI DPR

Mendag menyayangkan penyusutan jumlah merek second brand yang semula mencapai 50 jenis menjadi sangat sedikit, karena produsen beralih fokus ke MinyaKita. Padahal, volume produksi MinyaKita terikat pada kinerja ekspor melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO).

"Jika MinyaKita tidak tersedia, narasi yang muncul adalah minyak goreng langka, padahal sebenarnya merek minyak goreng lain masih banyak tersedia di pasar," imbuhnya.

Baca Juga : Mendag Sita Barang Impor Senilai Rp 15 M Selama Januari-Maret 2025: Mayoritas dari China

Menyikapi hal tersebut, produsen menyatakan kesiapan operasional mereka dalam menjaga ketersediaan stok.

Baca Juga : Sidak Pasar Horas Pematangsiantar, Harga Minyakita Ditemukan Melebihi HET Jelang HBKN

Direktur Utama PT Indokarya Internusa Palembang, Kanna mengatakan jika pihaknya terus mengoptimalkan produksi harian untuk memenuhi kebutuhan wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.

"Saat ini produksi kami mencapai sekitar 72.000 liter atau 6.000 dus per hari. Sekitar 80 persen produk disalurkan ke Sumatera Selatan bekerja sama dengan distributor dan Bulog,” katanya.

Baca Juga : Komisi VI Minta Kemendag Perketat Pengawasan Pasca Terbitnya Regulasi Baru Minyakita

Meski memastikan pasokan bahan baku dalam kondisi aman, Kanna memberikan catatan terkait dinamika biaya produksi.

"Stok bahan baku aman, hanya saja harganya memang terus naik dari waktu ke waktu," pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)