Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mahasiswa Sumut Temui Wapres Gibran, Dorong Hari Ulos Nasional Masuk UNESCO

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Umum PB IMSU, Lingga Pangayumi Nasution bersama Wapres RI Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta. (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co,​ JAKARTA - Mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara (PB IMSU) mengajak Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka untuk mendorong Hari Ulos Nasional menjadi UNESCO

Hal itu disampaikan, saat PB IMSU bertemu Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Baca Juga : Dari Tradisi ke Modernitas: Kahiyang Ayu Hadirkan Wajah Baru Wastra Sumut di INACRAFT 2026 ​

Pertemuan yang cukup lama tersebut membahas upaya pelestarian Ulos sebagai warisan budaya luhur bangsa yang tidak hanya dijaga melalui pendekatan tradisional, tetapi juga didorong masuk ke dalam ekosistem teknologi melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai strategi pelestarian kebudayaan nasional di era digital.

Baca Juga : Pemprov Sumut Dorong Ulos Mendunia, Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO

Ketua Umum PB IMSU, Lingga Pangayumi Nasution dalam keterangan, Minggu (8/2/2026) menyatakan, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran mengapresiasi inisiatif dan semangat PB IMSU dalam mengangkat kembali nilai filosofis dan kultural Ulos sebagai identitas budaya Sumatera Utara sekaligus bagian dari kekayaan budaya Indonesia

Menurutnya, langkah tersebut selaras dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan nasional agar tetap lestari serta dapat diwariskan kepada generasi penerus.

Baca Juga : Gibran Tinjau Langsung Pengungsi Longsor di Cisarua Bandung Barat

Dalam pertemuan itu, Gibran juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pengajuan Ulos sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. 

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun 2025, Firman Soebagyo Soroti Capaian dan Tantangan Pemerintahan Prabowo

Saat ini, Ulos diketahui telah masuk dalam daftar tunggu pengajuan pada organisasi internasional tersebut sebagai bagian dari penguatan legitimasi budaya Indonesia di tingkat global.

PB IMSU juga turut mengusulkan penetapan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Ulos Nasional, merujuk pada tanggal ditetapkannya Ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 17 Oktober 2014. 

Baca Juga : Ketua Umum PB IMSU Apresiasi Pemecatan Pejabat Imigrasi Soetta oleh Menteri Agus Andrianto

"Usulan ini diharapkan menjadi momentum nasional tahunan, sebagaimana peringatan Hari Batik Nasional, guna memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pelestarian Ulos," katanya. 

Lingga Pangayumi Nasution, menegaskan, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai jembatan antara tradisi dan teknologi.

“Merawat warisan budaya tidak cukup hanya dengan menjaga, tetapi juga dengan memodernisasi cara menjaganya. Ulos harus hidup tidak hanya di tenunan tangan, tetapi juga di ruang digital,” ujarnya.

Pertemuan itu diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara generasi muda dan pemerintah dalam memastikan warisan budaya Indonesia tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Sedikit tentang profil Lingga Pangayumi Nasution, yang merupakan Nasution keturunan dari Bagas Godang Gunung Tua Panyabungan (dari Patuan Siramboja anak dari Batara Guru/raja pertama Nasution Gunung Tua)

Selain menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara, Lingga juga kader aktif Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan yang pernah menulis buku tentang Jejak Islam di Mandailing Sejarah Peran dan Fungsi Ulama, serta buku keduanya mengenai ⁠Biografi Ulama di Bumi Gordang Sambilan.

(*/nusantaraterkini.co)