Terancam Sita Harta Benda, Eks Kades Hariara Pohan Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Korupsi Dana Desa
Eks Kades Hariara Pohan dituntut 5 tahun penjara atas korupsi dana desa Rp776 juta. Jaksa ancam sita dan lelang harta terdakwa.
Nusantaraterkini.co, MEDAN-Mantan Kepala Desa Hariara Pohan, Piatur Sitohang, dituntut hukuman penjara selama lima tahun serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp776,2 juta dalam sidang di PN Medan, Senin (2/2/2026). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menegaskan bahwa jika kerugian negara tersebut tidak segera dilunasi, maka harta benda milik terdakwa akan disita dan dilelang untuk menutupi kerugian keuangan negara.
Hal ini dikatakan JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Samosir, Osor Olodaiv Siagian dalam sidang lanjutan dugaan korupsi, di Pengadilan Negri (PN) Medan.
“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Piatur Sihotang dengan pidana penjara selama 5 tahun serta denda Rp250 juta subsider 4 bulan kurungan,” ucap Jaksa Penuntut Umum, di ruang Cakra 9, Pengadilan Tipikor Medan.
Osor juga mengatakan apabila dalam waktu satu bulan, setelah putusan berkekuatan hukum tetap terdakwa tidak melunasi uang pengganti tersebut, maka harta bendanya akan disita dan dilelang.
“Jika hasil lelang tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun,” ujar JPU Asor.
Selain itu, JPU menilai perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah disesuaikan dengan ketentuan dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Sementara, untuk hal memberatkan terdakwa sendiri ialah perbuatan terdakwa dianggap menghambat upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi, menimbulkan kerugian keuangan negara dan tidak adanya itikad untuk memulihkan kerugian negara.
Lebih lanjut, Jaksa mengatakan hal meringankan, terdakwa diketahui belum pernah menjalani hukuman pidana sebelumnya.
Setelah mendengar tuntutan, Hakim Ketua Cipto Nababan memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasihat hukumnya untuk menyampaikan nota pembelaan pada sidang lanjutan pekan depan.
Sebelumnya, dalam dakwaan, Piatur Sihotang selaku kepala desa pada Tahun Anggaran 2018 hingga 2021 menguasai secara penuh pengelolaan keuangan Desa Hariara Pohan. Penarikan dana dari rekening kas desa dilakukan tanpa melibatkan perangkat desa sebagaimana diatur dalam ketentuan pengelolaan keuangan desa.
Perangkat desa hanya berperan dalam aspek administratif, sedangkan kendali atas penggunaan dana desa sepenuhnya berada ditangan terdakwa.
Perbuatan tersebut diperkuat dengan Laporan Hasil Audit Inspektorat Kabupaten Samosir, yang menyatakan adanya kerugian negara sebesar Rp776.290.261,02, akibat penggunaan dana desa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tidak didukung bukti sah.
Menurut Jaksa, anggaran dana Desa tidak digunakan untuk pembangunan desa, melainkan dipakai untuk kepentingan pribadi terdakwa dan biaya pengobatan istrinya.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELOperasi Sikat I Musi, Polda Sumsel Ungkap Puluhan Kasus Kejahatan
Herman Saleh Harahap·4 menit yang lalu -
NEWSSeniman dan Politikus Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia
Herman Saleh Harahap·11 menit yang lalu -
PENDIDIKANNono Sampono: Kampus Harus Jadi Ruang Tumbuh Generasi Masa Depan Indonesia
Herman Saleh Harahap·21 menit yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Bantah Laporan BNPB Soal Karhutla Kalteng dan Kalbar Normal
Herman Saleh Harahap·26 menit yang lalu -
SUMSELHerman Deru Kaji Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumsel
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALKetua DPD Dorong Bali Jadi Pelopor Gerakan Pilah Sampah Nasional
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
POLITIKSyarat Pendidikan Gibran Digugat, Hensa Sebut Jawaban KPU Kunci MK
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELHerman Deru Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Palembang
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELBayi 11 Hari di Ogan Ilir Nyaris Tewas Disayat Ibu Kandung
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan