Stimulus Lebaran 2026: Pemerintah Kucurkan Rp12,8 Triliun demi Dongkrak Konsumsi Domestik
Pemerintah siapkan stimulus Lebaran 2026 senilai Rp12,8 triliun berupa bansos pangan dan diskon transportasi untuk dongkrak konsumsi.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Pemerintah secara resmi mengumumkan paket kebijakan stimulus ekonomi jumbo senilai Rp12,83 triliun untuk menyambut momentum Hari Raya Idulfitri 2026. Langkah strategis ini dirancang untuk memacu perputaran uang di masyarakat serta memastikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini berjalan lebih agresif dibandingkan periode sebelumnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa paket bantuan ini merupakan komitmen negara dalam menjaga daya beli sekaligus mengantisipasi lonjakan mobilitas warga selama masa mudik.
“Kita menyiapkan paket stimulus yang mencerminkan pertumbuhan ekonomi Indonesia," ungkap Airlangga, saat memberikan keterangan pers, di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Fokus utama dari kucuran dana ini terbagi dalam dua pilar besar, yakni penebalan jaring pengaman sosial dan pemangkasan biaya mobilitas. Pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp12 triliun khusus untuk bantuan pangan berupa beras 10 kilogram serta minyak goreng yang akan disalurkan selama dua bulan berturut-turut.
Airlangga menjelaskan bahwa penguatan bantuan sosial ini diharapkan dapat meringankan beban rumah tangga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang lebaran.
"Mengenai besaran anggarannya. Nah itu besarannya sekitar 12 triliun," ungkapnya, seperti dilansir RMOL.
Sektor transportasi juga mendapatkan perhatian khusus melalui alokasi subsidi sebesar Rp200 miliar yang dikemas dalam bentuk beragam diskon perjalanan. Bagi pengguna moda udara, pemerintah memberikan diskon tiket domestik sebesar 16 persen melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan penyesuaian harga avtur.
Tak berhenti di sana, potongan harga lebih besar hingga 30 persen diberlakukan untuk tiket kereta api dan kapal laut, sementara pengguna jalan tol akan menikmati reduksi tarif hingga 20 persen. Seluruh insentif ini ditujukan agar biaya mudik lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
Selain intervensi fiskal, pemerintah tengah mematangkan regulasi bekerja secara fleksibel atau work from anywhere (WFA) guna memecah kepadatan arus mudik dan balik. Langkah ini sedang dikonsolidasikan oleh Kementerian PAN-RB dan Kementerian Ketenagakerjaan agar memiliki payung hukum yang jelas.
“Jadi work from anywhere sedang dibuat regulasinya oleh Menteri Menpan-RB dan Menteri Tenaga Kerja. Nah nanti ada jadwalnya,” imbuh Airlangga.
Melalui kombinasi stimulus dan pengaturan mobilitas ini, pemerintah optimis ekonomi nasional akan melaju kencang sejak awal tahun.
"Targetnya ini kita ingin menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena kuartal pertama itu penting. Tahun kemarin kuartal pertamanya relatif rendah," pungkasnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
NEWSVideo WBP Diduga Pesta Sabu Viral, Lapas Tebingtinggi Dirazia: Tim Gabungan Temukan Sajam Hingga Handphone
hendra·5 jam yang lalu -
SUMSELMenko Pangan Tinjau Pembakaran Perdana PSEL Palembang, Sampah Keramasan Mulai Diolah Jadi Listrik
hendra·5 jam yang lalu -
-
NASIONALTrump dan Xi Redakan Ketegangan, Dunia Menatap Babak Baru Hubungan AS-Tiongkok
hendra·6 jam yang lalu -
NEWSSurat Advokat Jadi Objek Perkara Pidana, Hasrul Benny: Ini Kriminalisasi Produk Advokat
hendra·7 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Gagalkan Pengiriman 296 Cartridge Etomidate dari Malaysia ke Medan, Nilainya Rp888 Juta
hendra·8 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaster Mewah Lapas Cibinong Diusut, Menteri Imipas Siapkan Sanksi hingga Pencopotan
hendra·8 jam yang lalu -
KRIMINALBea Cukai Gagalkan Peredaran 2,3 Juta Batang Rokok Ilegal di Kutai Kartanegara
hendra·9 jam yang lalu -
NEWS287,2 Ton Jagung Berhasil Dikirim Polres Binjai ke Bulog Medan Sejak Program Ketahanan Pangan Polri Diluncurkan
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan