Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Empat desa di Kecamatan Tukka, Kabupten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) hingga kini masih terisolasi karena jalan dan jembatan masih putus.
Kondisi ini masih berlangsung, meski bencana dua bulan lamanya telah berlalu.
Baca Juga : TNI Kebut Pembukaan Jalan Desa Terisolir di Tukka Tapteng Sebelum Ramadan
Akibatnya, ekonomi masyarakat desa berpenduduk sekitar 1.000 keluarga itu masih lumpuh.
Baca Juga : Brimob Polda Sumut Bersihkan Rumah Warga Dua Kecamatan Terdampak Bencana di Tapteng
Selain itu, listrik juga belum mengalir di desa tersebut sehingga membuat desa tersebut masih gelap gulita tanpa berpenghuni.
Empat desa terisolasi itu adalah Desa Sigiring-Giring, Sait Nihuta Kalangan II, Aek Bontar, dan Saur Manggita.
Baca Juga : Aksi Kemanusiaan Brimob Polda Sumut Bersihkan Sisa Banjir Bandang di Tapanuli Tengah
Desa-desa ini berjarak 10-20 kilometer dari pusat kabupaten Tapanuli Tengah. Sekitar 10 kilometer lebih antaranya terputus karena jalan tertimbun longsor, ambles, dan tampukkan material batu dan jembatan putus di beberapa lokasi.
Baca Juga : Bencana di Tapteng Membuat Ayah Ini Terancam Putuskan Kuliah Empat Anaknya: Tolong Kami
”Kami sangat terpukul selama dua bulan ini karena akses jalan ke desa kami putus total. Kami menjual hasil pertanian seperti karet, durian dan berbagai jenis buah-buahan dengan berjalan kaki 4-8 jam sekali jalan,” kata Hutabarat warga Hutanabolon lorong 4, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (3/2/2026).
Saat ini di lokasi pemerintah telah berupaya dengan kerja keras untuk pemulihan pascabencana alam pada November 2025 lalu.
Baca Juga : Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak Lepas Bantuan Polrestabes Medan untuk Korban Banjir Sumut
Hadirnya Pemerintah Pusat dan Daerah, TNI - Polri, diharapkan bisa memdorong ekonomi perlahan membaik.
Baca Juga : Pencarian Korban Longsor di Sibolga Terus Berlanjut, Tim Gabungan Fokus Selamatkan Anak 12 Tahun
(*/nusantaraterkini.co)
