Oknum Pejabat Pemko Binjai Diduga Jual Proyek Fiktif, Korban Rugi Puluhan Juta
Oknum pejabat Pemko Binjai berinisial AA diduga menjual proyek fiktif. Korban rugi puluhan juta, kasus ini memicu sorotan publik.
Nusantaraterkini.co, BINJAI – Seorang oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai berinisial AA diduga terlibat praktik penjualan proyek fiktif. Alih-alih mendapatkan proyek seperti yang dijanjikan, seorang warga justru mengaku mengalami kerugian finansial hingga puluhan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa ini bermula ketika AA menawarkan sebuah proyek kepada korban berinisial AR. Karena percaya pada janji tersebut, korban kemudian mentransfer uang sebesar Rp50 juta kepada oknum pejabat itu, yang disebut-sebut sebagai uang muka proyek.
Namun hingga lebih dari satu tahun berlalu, proyek yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa proyek tersebut tidak pernah ada alias fiktif.
Sejumlah warga Binjai mempertanyakan apakah tindakan AA merupakan bentuk penyalahgunaan jabatan demi keuntungan pribadi. Jika terbukti, perbuatan tersebut dinilai melanggar hukum dan berpotensi dijerat Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
“Kalau benar ada unsur penyalahgunaan jabatan untuk keuntungan pribadi, itu bisa dijerat Pasal 12 huruf A dan B UU Tipikor dengan ancaman hukuman 4 hingga 20 tahun penjara,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (30/1/2026).
Sumber tersebut mengungkapkan, uang Rp50 juta yang disetorkan korban diduga bagian dari pagu proyek yang dijanjikan di awal. Pola semacam ini disebut sudah kerap terjadi dan dianggap sebagai modus lama.
Korban AR juga membenarkan bahwa hingga kini proyek tersebut tidak pernah ada. Meski begitu, korban sempat menerima pengembalian dana sebesar Rp30 juta. Namun, pengembalian tersebut diduga berasal dari hasil penjualan sebuah mobil Toyota Yaris tanpa dokumen resmi (bodong) milik oknum AA.
“Kalau benar uang itu dari hasil menjual mobil bodong, justru menambah masalah baru. Ini makin mencoreng citra ASN dan institusi pemerintah,” ujar sumber tersebut.
Tak hanya itu, AA yang disebut kini menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) di Pemko Binjai juga diduga pernah terlibat dalam kasus lain, yakni penggelapan mobil rental.
Dalam kasus tersebut, AA disebut menggadaikan satu unit Honda Brio senilai Rp17 juta dengan mengaku mobil itu milik keluarganya. Belakangan diketahui, mobil tersebut diduga milik usaha rental, sehingga pemiliknya merasa dirugikan dan mengambil kembali kendaraan tersebut.
Kasus semakin rumit ketika AA menyerahkan mobil dinas Pemko Binjai jenis Toyota Innova Reborn sebagai jaminan pengganti. Ironisnya, mobil dinas itu justru kembali dipinjam dengan alasan keperluan kunjungan Wali Kota Binjai, namun hingga kini tidak pernah dikembalikan.
Akibat kejadian tersebut, pihak penerima gadai mengaku mengalami kerugian dan uang Rp17 juta belum juga dikembalikan.
Sejumlah warga pun mempertanyakan integritas oknum ASN tersebut.
“Kalau benar semua ini terjadi, jelas tidak mencerminkan sikap seorang aparatur negara,” ujar warga lainnya.
Sementara itu, AA saat dikonfirmasi membantah seluruh tudingan yang diarahkan kepadanya.
“Tidak ada itu bang, tidak benar,” ucapnya singkat saat dihubungi via telepon, Jumat (30/1/2026).
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOMUNITASMahasiswa Sastra Indonesia Didorong Maksimalkan Ruang Kreativitas dan Kolaborasi
Rozie Winata·39 menit yang lalu -
SEPAKBOLALionel Scaloni Tunjuk Cristian Romero Menjadi Kapten Timnas Argentina Penerus Lionel Messi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTMengenal Lokomotif Legendaris BB302, Saksi 56 Tahun Sejarah Kereta Api Sumut
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Bangkit di Akhir Pekan: Naik Rp23 Ribu ke Rp2.613.000 Per Gram
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALRazia Gabungan THM di Padangsidimpuan, Satu Pengunjung Wanita Terjaring karena Positif Narkotika
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KESEHATANKasus HIV di Sumut Tembus 2.334 Temuan, Kelompok LSL Dominasi Paling Tinggi
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
PERISTIWAPencarian Selesai, Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal Dunia
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SUMSELUsut Kasus Karhutla, Polda Sumsel Naikkan Status 16 Korporasi ke Penyidikan
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
NEWSLintas Generasi, Mayjen Yusri dan Brigjen Osmar Silaturahmi ke M Herindra
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
RELIGIRico Waas Serahkan Rekomendasi Rumah Ibadah dan Minta Jaga Kerukunan
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan