Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rendang Domba Inovasi IPB Diklaim Awet Hingga Tiga Tahun

Bidik Pasar Internasional

IPB University mengembangkan rendang domba premium yang diklaim tahan hingga tiga tahun di suhu ruang dan menyasar pasar internasional.

Produk olahan rendang domba premium diklaim mampu bertahan hingga tiga tahun di suhu ruang tanpa fasilitas pendingin.(foto: rmol)
Produk olahan rendang domba premium diklaim mampu bertahan hingga tiga tahun di suhu ruang tanpa fasilitas pendingin.(foto: rmol)
A A

Nusantaraterkini.co, ​JAKARTA — bernilai tinggi kembali lahir dari dunia akademik Indonesia. Tim peneliti Fakultas Peternakan yang dipimpin oleh sukses mengembangkan produk olahan premium yang diklaim mampu bertahan hingga tiga tahun di suhu ruang tanpa fasilitas pendingin.

​Inovasi yang dirintis sejak tahun 2016 ini berawal dari keluhan umum konsumen terhadap daging domba yang kerap dinilai alot, beraroma terlalu kuat, serta memiliki kandungan lemak dan kolesterol tinggi.

​“Untuk menjawab tantangan tersebut, tim menggunakan teknologi SheepLight berbasis loop-mediated isothermal amplification (LAMP) untuk mendeteksi penanda genetik dalam seleksi domba premium. Sasarannya menciptakan daging yang lebih empuk, beraroma khas lebih rendah, dan berprofil asam lemak lebih baik,” ujar Prof Asep dalam seperti dilansir RMOL, Kamis (29/10/2026).

​Dikatakannya, pemilihan menu rendang sebagai produk hilirisasi didasarkan pada popularitas kuliner khas Nusantara tersebut yang telah mendunia serta memiliki identitas rasa yang kuat.

​Dalam proses pengembangannya, IPB melibatkan kelompok peternak serta pemangku kepentingan lintas daerah yang tersebar di tujuh provinsi, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Jambi, Sulawesi Tengah, hingga Nusa Tenggara Timur. Kolaborasi ini mencakup pembibitan, seleksi genetik ternak, pendampingan budi daya, hingga penguatan manajemen pemeliharaan.

​Agar produk bisa awet hingga tiga tahun, proses pengolahannya memadukan teknik pengalengan modern dengan sterilisasi termal menggunakan mesin retort pada kombinasi suhu dan waktu tertentu.

​“Melalui premium, kami ingin menunjukkan bahwa hasil penelitian pemuliaan ternak dapat memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang pasar baru, meningkatkan kesejahteraan peternak, sekaligus memperkenalkan produk pangan inovatif Indonesia kepada dunia,” ungkap Prof Asep.

Bidik Diaspora dan Pasar Internasional

Dengan daya tahan produk yang optimal di suhu ruang tanpa lemari pendingin, distribusi rendang domba premium ini dapat menjangkau wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur rantai dingin (cold chain).

​Saat ini, strategi perluasan pasar mulai diarahkan untuk menyasar komunitas diaspora Indonesia serta konsumen kuliner Asia, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah.

"Hal ini diharapkan mampu mendongkrak nilai tambah produk peternakan lokal sekaligus membawa Indonesia semakin dikenal di kancah global," pungkas Prof Asep.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru