Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Nilai Tukar Rupiah Naik  0,18% Berada di Level Rp 16.261 Per Dolar AS di Awal Perdagangan Rabu (13/8/2025)

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Program Kompas Sport Pagi, yang telah mengudara lebih dari satu dekade, menjadi salah satu tayangan yang terkena dampak dari keputusan restrukturisasi perusahaan.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (13/8/2025) nilai tukar rupiah di pasar spot menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini setelah kemarin ditutup melemah.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 16.261 per dolar AS di pasar spot.

Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Didukung Peningkatan Indeks Konsumen Indonesia

Nilai tukar rupiah menguat 0,18% dibandingkan harga penutupan di level Rp 16.290 per dolar AS pada perdagangan kemarin, Selasa (12/8).

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Mata Uang & Komoditas PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan dolar AS terjadi setelah AS dan China  memperpanjang gencatan senjata tarif selama 90 hari. 

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Telah Menguat Sebesar 1,35% Selama Sepekan

"Kesepakatan ini mempertahankan tarif yang berlaku dan memberi waktu negosiasi lebih lanjut," ungkap Ibrahim,

Selain itu, pasar mencermati rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat mendatang.

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Telah Menguat Sebesar 1,35% Selama Sepekan

Adapun pada Rabu (13/8), perhatian pasar tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada Selasa malam.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai, penjualan ritel Indonesia yang lebih rendah dari perkiraan menahan rupiah. Lukman dan Ibrahim kompak memperkirakan rupiah di Rp 16.200–Rp 16.350.

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Tampil Perkasa Ditutup di Level Rp16.293 Per Dolar AS

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Dipengaruhi oleh Hasil Data Inflasi AS

Pada perdagangan Rabu, (13/8/2025) nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (12/8/2025) seiring penguatan dolar AS. 

Pasar kini menanti rilis data inflasi AS yang diperkirakan menjadi penentu nilai tukar rupiah.

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Telah Menguat Sebesar 1,35% Selama Sepekan

Melansir dari Bloomberg pada Selasa, (12/8/2025), nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,06% ke level Rp 16.290 per dolar AS. Sedangkan rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) juga tercatat melemah 0,28% ke posisi Rp 16.298 per dolar AS.

Pengamat Mata Uang & Komoditas PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan penguatan dolar AS terjadi setelah AS dan China memperpanjang gencatan senjata tarif selama 90 hari.

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat 0,46% Bertengger di Level Rp16.287 Per Dolar AS

“Kesepakatan ini mempertahankan tarif yang berlaku dan memberi waktu negosiasi lebih lanjut, sehingga mempengaruhi sentimen investor di kawasan,” ungkap Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim juga menambahkan, pasar juga mencermati rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat mendatang.

"Potensi deeskalasi konflik Ukraina bisa membebaskan pengiriman minyak Rusia dan menambah pasokan global," jelasnya.

Selain faktor geopolitik, perhatian pasar tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS malam ini. IHK umum bulan Juli diperkirakan naik menjadi 2,8% secara tahunan, sementara IHK inti diperkirakan menembus di atas 3% untuk pertama kali sejak Februari 2025.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai pelemahan rupiah juga dipicu oleh data domestik yang kurang memuaskan.

"Data penjualan ritel Indonesia yang lebih rendah dari perkiraan ikut menahan rupiah," katanya.

Lukman menambahkan, arah rupiah pada perdagangan Rabu (13/8/2025) akan sangat dipengaruhi oleh hasil data inflasi AS.

"Kalau data ternyata lebih rendah dari perkiraan karena faktor perubahan biro statistik di bawah kepemimpinan baru pilihan Trump, rupiah bisa berbalik menguat, meski terbatas," tuturnya.

Untuk perdagangan Rabu (13/8/2025), Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.200 – Rp 16.350 per dolar AS.

Senada, Ibrahim juga memproyeksikan rupiah akan ditutup melemah terbatas pada kisaran Rp 16.200 – Rp 16.350 per dolar AS.