Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada akhir perdagangan Jumat (8/8/2025) nilai tukar rupiah di pasar spot masih menunjukkan pelemahan, data ekonomi domestik masih memberi dukungan terhadap mata uang Garuda.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Bergerak Tipis Dibuka di Level Rp16.391 Per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepekan terakhir cenderung berada dalam tren penguatan.
Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 16.293 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (8/8), melemah tipis 0,04% dari perdagangan sebelumnya. Adapun dalam sepekan, rupiah telah menguat sebesar 1,35%.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,07% Bertengger di Level Rp16.390 Per Dolar AS
Sedangkan mengacau Jisdor BI, rupiah ditutup menguat 0,08% ke posisi Rp 16.299 per dolar AS, dari perdagangan sebelumnya di level Rp 16.312 per dolar AS. Selama sepekan, rupiah menguat 1,18%.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mencermati, rupiah ditutup sedikit melemah seiring dolar AS rebound oleh ekspektasi terhadap Federal Reserve atau The Fed yang akan tetap hawkish.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Tampil Perkasa Bertengger di level Rp 16.401 Per Dolar AS
Namun, ia melihat data ekonomi yang menunjukkan kenaikan pada indeks konsumen Indonesia, memberi sedikit dukungan terhadap nilai mata uang Garuda.
Pekan depan, Lukman memperkirakan dolar AS masih bisa melemah seiring pemberlakuan tarif.
"Rupiah berpotensi menguat walau investor akan terus memantau data-data ekonomi pekan depan," katanya
Di antara data ekonomi yang dirilis pekan depan, diantaranya penjualan ritel Indonesia dan inflasi AS.
Selama sepekan besok, ia memprediksi rupiah akan bergerak di rentang Rp 16.200 - Rp 16.400 per dolar AS.
