Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Berpulangnya Sang Teladan Kesederhanaan: Eyang Meri Hoegeng Tutup Usia di Usia Satu Abad ​

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu istri almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Hoegeng atau eyang Meri beberapa waktu lalu. (foto:rmol)

Nusantaraterkini.coJAKARTA – Indonesia kehilangan salah satu sosok penjaga nilai integritas dan kesederhanaan. Meriyati Hoegeng, atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri dari mendiang tokoh polisi paling jujur di Indonesia, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (3/2/2026). Eyang Meri wafat tepat pada usia 100 tahun setelah menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

​Kepala RS Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri, Brigjen Prima Heru Yulihartono, mengonfirmasi kabar duka tersebut. Beliau menjelaskan bahwa sosok yang menjadi panutan bagi keluarga besar Polri itu meninggal dunia karena faktor usia dan kondisi kesehatan yang menurun. 

Baca Juga : Polri Sampaikan Duka Mendalam: Wafatnya Eyang Meri Hoegeng, Simbol Integritas Bhayangkara

"Mohon izin menyampaikan berita duka cita. Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun. Telah meninggal dunia Ibu Meryati Hoegeng (100 tahun)," ujar Brigjen Prima melalui keterangan resminya. 

Baca Juga : Ajak PJU dan Kapolres ke Rumah Dinas Hoegeng Iman Santoso, Kapolda Sumut Pesankan Kesederhanaan Kejujuran dan Keberanian

Eyang Meri dinyatakan berpulang pada pukul 13.24 WIB dan segera dipulangkan ke rumah duka di kawasan Depok, Jawa Barat.

Lahir pada 23 Juni 1925, perjalanan hidup Eyang Meri adalah cermin dari keteguhan prinsip. Menikah dengan Jenderal Hoegeng di Yogyakarta pada 31 Oktober 1946, ia mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit hingga mencapai puncak karier sebagai Kapolri tanpa sedikit pun tergiur oleh kemewahan. 

Kesetiaan dan gaya hidup bersahajanya telah melahirkan tiga putra-putri, Sri Pamujining Rahayu, Reni Soerjanti, dan Aditya Soegeng Roeslani, serta menjadi standar moral bagi generasi Bhayangkara modern.

​Kepergian Eyang Meri menyisakan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga bagi para tokoh nasional yang kerap menyambangi kediamannya sebagai bentuk penghormatan setiap Hari Bhayangkara.

 Berdasarkan rencana keluarga, seperti dilansir RMOL, jenazah mendiang akan disemayamkan di kediamannya di Pesona Khayangan Estate, Depok, sebelum diberangkatkan menuju peristirahatan terakhirnya. Eyang Meri dijadwalkan akan dimakamkan di Pemakaman Giri Tama Tonjong, Kabupaten Bogor, pada Rabu (4/2/2026), bersanding dengan kenangan indah akan pengabdian tulus yang ia wariskan bagi bangsa.

(Emn/Nusantaraterkini.co)