Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Netanyahu Desak Syarat Ketat Nuklir Iran dan Tegaskan Perang Gaza Bisa Berlanjut

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melambaikan tangan setelah menyampaikan pidato dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA) ke-80 di Markas Besar PBB di New York City, pada 26 September 2025. (Foto: Xinhua/Li Rui)

Nusantaraterkini.co, YERUSALEM - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (15/2/2026) mengatakan, setiap potensi kesepakatan dengan Iran harus mencakup penghapusan material nuklir, penghentian pengayaan uranium, serta pembatasan rudal balistik, seraya menyuarakan skeptisisme terhadap niat Teheran.

Berbicara dalam sebuah konferensi publik setelah pertemuan terbarunya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington, Netanyahu mengatakan bahwa Trump "bertekad untuk mengupayakan secara maksimal kemungkinan tercapainya suatu kesepakatan, yang menurutnya dapat dicapai sekarang."

Baca Juga : Jelang Ramadan, Israel Dikabarkan Perketat Akses Umat Islam ke Masjid al-Aqsa

Namun, Netanyahu menyatakan bahwa dia tetap skeptis "terhadap kesepakatan apa pun dengan Iran."

Baca Juga : Trump dan Netanyahu Bertemu di Gedung Putih, Negosiasi AS-Iran Dipastikan Tetap Berjalan

Dia juga mengatakan bahwa Israel berupaya untuk mengalihkan hubungannya dengan Washington "dari bantuan menjadi kemitraan" serta membangun industri pertahanan dalam negeri yang mandiri.

Merujuk pada serangan Israel di Gaza, Netanyahu mengatakan bahwa Israel telah membongkar sekitar 150 kilometer (km) dari total 500 km terowongan.

Baca Juga : Komisi I Soroti Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza Bentukan AS

"Kita harus menuntaskan pekerjaan ini," ujarnya.

Baca Juga : Mahmoud Abbas: Negara Palestina Merdeka Adalah Kenyataan yang Tak Terelakkan

"Itu juga berarti bahwa mereka (Hamas) tidak dapat menyembunyikan laboratorium senjata atau fasilitas-fasilitas lain yang mereka gunakan untuk kembali mempersenjatai diri dan berkumpul, yang memang mereka lakukan," sambungnya. 

Israel katanya telah memberikan kesempatan bagi rencana gencatan senjata di Gaza, tetapi akan melanjutkan perang jika diperlukan untuk melucuti Hamas.

Baca Juga : Trump Ancam Tindakan Militer Jika Iran Aktifkan Lagi Program Nuklir

Diketahui, sejak gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, pasukan Israel telah menewaskan 601 warga Palestina dan melukai 1.607 lainnya, menurut angka yang dirilis oleh sejumlah otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Minggu.

Baca Juga : Trump Sebut AS Telah Serang Tiga Situs Nuklir Iran

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua