Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Trump dan Netanyahu Bertemu di Gedung Putih, Negosiasi AS-Iran Dipastikan Tetap Berjalan

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Donald Trump berbincang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Knesset, Yerusalem, Senin (13/10/2025). (Foto: Evan Vucci/Pool via Reuters)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Rabu (11/2/2026) waktu setempat. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar tiga jam itu membahas sejumlah isu strategis, terutama terkait Iran.

Usai pertemuan, Trump menyampaikan melalui akun media sosialnya bahwa Amerika Serikat akan tetap melanjutkan proses negosiasi dengan Iran. Ia menegaskan belum ada kesepakatan final yang dicapai dalam pembicaraan dengan Netanyahu, namun jalur diplomasi tetap menjadi pilihan utama Washington.

"Saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran terus dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan bisa tercapai," tulis Trump.

Baca Juga : Momen Trump dan Anwar Ibrahim Joget di Karpet Merah Jelang KTT ASEAN

Ia menambahkan, apabila diplomasi membuahkan hasil, maka itu akan menjadi opsi terbaik. Namun jika tidak, pemerintah AS akan mempertimbangkan langkah selanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu disebut mendorong agar isu rudal balistik Iran turut menjadi bagian penting dalam pembahasan negosiasi. Israel menaruh perhatian serius terhadap kemampuan militer Iran, terutama setelah konflik 12 hari tahun lalu yang menyebabkan sejumlah rudal Iran menghantam wilayah militer dan sipil di Israel.

Pihak kantor Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa Netanyahu menekankan urgensi jaminan keamanan bagi negaranya dalam setiap proses perundingan dengan Teheran.

Baca Juga : Trump Ngamuk, Mendadak Hentikan Perundingan Dagang dengan Kanada

Sebelumnya, Trump sempat membuka kemungkinan tindakan militer terhadap Iran, khususnya terkait respons pemerintah Teheran terhadap demonstrasi dalam negeri. Namun, dalam perkembangan terbaru, Washington memilih menempuh jalur diplomasi dengan membuka dialog di Oman.

Langkah ini menunjukkan dinamika hubungan AS-Iran yang masih berada dalam fase negosiasi, di tengah tekanan geopolitik kawasan Timur Tengah yang terus berkembang.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Menlu Rusia Sergey Lavrov: Penggunaan Kekuatan Militer ke Iran Hanya akan Menambah Masalah