Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Trump Sebut AS Telah Serang Tiga Situs Nuklir Iran

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Instagram @realdonaldtrump)

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (21/6/2025) mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menyelesaikan serangan terhadap tiga situs nuklir di Iran, termasuk "Fordow, Natanz, dan Esfahan."

"Semua pesawat kini berada di luar wilayah udara Iran. Sebuah muatan penuh bom telah dijatuhkan di situs utama, Fordow," katanya di platform media sosial Truth Social.

Baca Juga : Trump Ancam Tindakan Militer Jika Iran Aktifkan Lagi Program Nuklir

Teheran harus setuju untuk "mengakhiri perang ini," tulis Trump di Truth Social pascaserangan tersebut.

Baca Juga : Komandan Militer Tertinggi Iran Pertanyakan Komitmen Gencatan Senjata Israel

Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengakui serangan terhadap fasilitas nuklir negara tersebut.

Seorang komentator televisi negara Iran mengatakan bahwa "kalian yang memulainya dan kami yang akan mengakhirinya," menurut laporan CNN.

Baca Juga : DPRD Sumut Desak Pemerintah Segera Evakuasi WNI dari Iran

Saat ini, Trump tidak memiliki rencana soal serangan tambahan AS terhadap Iran dan ingin "mendorong Teheran kembali ke perundingan," kata CNN.

CBS News mengatakan AS secara diplomatis menghubungi Iran pada Sabtu untuk mengatakan bahwa serangan tersebut seluruhnya merupakan rencana AS dan tidak ada rencana untuk mengganti rezim.

Keputusan Trump untuk campur tangan yang secara langsung mendukung upaya Israel untuk menghancurkan program nuklir Iran menandai eskalasi historis di Timur Tengah, lansir media lokal

Campur tangan itu dapat memicu balasan dari Teheran terhadap pasukan dan instalasi militer AS di seluruh kawasan tersebut, menurut laporan media lokal.

Serangan udara AS terhadap Iran terjadi pada hari kesembilan setelah Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 13 Juni.

Trump pada Kamis (19/6/2025) mengumumkan dirinya akan mengambil keputusan "dalam dua pekan ke depan" untuk memberikan Iran kesempatan terakhir untuk bernegosiasi.

(fer/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua