Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ramadan Pilu di Tapsel, Korban Banjir Masih Tinggal di Tenda Darurat

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Hamdan Siregar di tenda pengungsian Desa Garoga Kabupaten Tapsel, Rabu (18/2/2026). (Foto: dok nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, TAPSEL - Bulan Ramadan 1447 H hanya tinggal menghitung jam saja. Namun, pemandangan yang menyayat hati masih terlihat di sejumlah wilayah di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara

Ribuan warga terdampak banjir belum bisa kembali ke rumah mereka dan masih harus bertahan hidup di tenda-tenda darurat yang serba kekurangan.

Baca Juga : Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak Lepas Bantuan Polrestabes Medan untuk Korban Banjir Sumut

Tim Nusantaraterkini.co yang hadir langsung lokasi pengungsian, Rabu (18/02/2026) mendapatkan cerita dari warga Desa Garoga yang tinggal di tenda darurat Batu Hula. Di mana keseharian warga penuh dengan berbagai tantangan. 

Baca Juga : Sungai di Desa Garoga Tapsel Kembali Meluap Akibat Hujan Deras

Hamdan Siregar menceritakan, ketika hujan turun, tanah di sekitar tenda menjadi becek dan berlumpur, sehingga membuat aktivitas sehari-hari semakin sulit. Belum lagi, keluhnya, rembesan air yang masuk ke dalam tenda. 

Sebaliknya, ketika musim panas datang, tenda terasa sangat panas meski kipas angin tersedia. Belum lagi saat debu beterbangan di mana-mana, menyulitkan pernapasan pengungsi maupun warga yang melintas. 

Baca Juga : Harga Sayuran di Pasar Tradisional Aceh Tamiang Naik Jelang Ramadan, Warga Keluhkan Beban Ekonomi

Fasilitas yang terbatas dan lingkungan yang tidak kondusif membuat masayarakat yang tinggal di pengungsian terasa semakin berat. Apalagi saat ini seharusnya mereka bersiap menyambut bulan penuh berkah dengan tenang.

Baca Juga : Ajakan MUI: Jadikan Mihrab Masjid Suara Lantang untuk Kemerdekaan Palestina

“Belum jelas kapan kami bisa mendapat huntara,” ungkap Hamdan. 

Hamdan melanjutkan, di tengah kesulitan yang melanda mereka, ada secercah kehangatan yang terlihat dari wajah-wajah para pengungsi. 

Baca Juga : Potret Warga Muhammadiyah di Tapanuli Selatan Gelar Sholat Tarawih Pertama Ramadan

Kegembiraan terpancar ketika menerima bantuan daging punggahan dari Pemkab Tapsel guna menyambut bulan suci ramadan untuk dilahap bersama saat sahur di tenda pengungsian.

Baca Juga : Papan Jembatan Bailey Garoga Tapsel Mulai Rusak, Warga Inisiatif Lakukan Perbaikan

Momen berbagi ini menjadi pengobat rindu akan kehangatan rumah dan kebersamaan keluarga, serta membuktikan bahwa solidaritas masyarakat Tapsel tetap kuat di tengah musibah.

“Alhamdulillah tadi dapat daging punggahan dari pemerintah di sini,” katanya. 

Meski demikian, realita tetaplah pahit. Hingga saat ini, rumah sementara (huntara) yang dibangun oleh pemerintah maupun yang didonasikan oleh lembaga swasta belum mampu membuat mereka pindah dari tenda darurat ini.

Menjelang ramadan ini, mereka memiliki harapan sederhana, ingin beribadah dengan tenang, makan bersama keluarga dalam suasana yang nyaman, dan segera kembali memulihkan kehidupan yang sempat terhenti karena banjir bencana alam.

(Tim/nusantaraterkini.co)