Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

11 Korban Banjir Bandang di Sibabangun Belum Ditemukan: Pemkab Tapteng Cuma Jadi Penonton

Editor:  hendra
Reporter: Jasman Julius Mendrofa
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Forkompinda Kecamatan Sibabangun bersama keluarga korban saat akan melakukan penyisiran, namun batal akibat tidak adanya peralatan yang lengkap, Kamis (12/2/2026). (Foto: istimewa).

Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Hampir tiga bulan setelah banjir dan longsor menerjang Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab), namun hingga kini, 7 dari 11 warga yang dilaporkan hilang belum juga ditemukan dan masih dalam pencarian. Mirisnya Pemkab Tapteng hanya jadi penonton.

Sementara empat korban yang berhasil ditemukan pada fase awal pencarian melalui upaya swadaya yang dilakukan keluarga, warga, dan pemerintah desa. 

Minimnya dukungan peralatan dan terbatasnya keterlibatan tim teknis dari Pemkab Tapteng pada masa tanggap darurat menjadi sorotan keluarga korban.

Baca Juga : Lebih Dua Bulan Pascabencana, Korban Banjir Bandang Belum Ditemukan: Tidak Ada Upaya Evakuasi dari Pemkab Tapteng

Upaya penyisiran yang digelar Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimda) Sibabangun bersama unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan pada Kamis (12/2/2026) akhirnya ditunda. Penundaan dilakukan setelah keluarga korban menyatakan keberatan terhadap metode pencarian yang dinilai masih bersifat manual.

“Kami mengapresiasi kehadiran pemerintah hari ini. Namun selama hampir tiga bulan, kami bersama warga dan pemerintah desa sudah berupaya maksimal melakukan pencarian," ujar RZ salah seorang keluarga korban.

"Dari 11 korban, baru empat yang ditemukan, jika penyisiran hanya dilakukan secara manual, harapannya sangat kecil untuk menemukan para korban,” timpalnya di lokasi saat hendak melakukan penyisiran.

Baca Juga : Pascabencana, Wisata Pantai Pandan Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan

Keluarga menilai pencarian lanjutan seharusnya didukung peralatan memadai, termasuk teknologi pendeteksi atau dukungan alat berat, mengingat waktu kejadian yang sudah cukup lama.

“Kalau hanya manual, kami khawatir hasilnya tidak maksimal. Kami berharap ada dukungan peralatan yang lebih memadai agar pencarian efektif,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Sibabangun Romulus Simanullang, menyatakan pihaknya hadir sebagai bentuk kepedulian pemerintah di tingkat kecamatan dan akan meneruskan aspirasi keluarga kepada Pemkab Tapteng untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Baca Juga : Jelang HUT ke-24, PP AMPG Beri Bantuan 2.000 Paket Sekolah di Aceh Tamiang

Dengan masih adanya tujuh korban yang belum ditemukan, perhatian publik kini tertuju pada langkah lanjutan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan perangkat penanggulangan bencana daerah. 

Ketersediaan peralatan, efektivitas koordinasi lintas instansi, serta transparansi penanganan menjadi faktor krusial dalam memastikan proses pencarian berjalan optimal.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya respons cepat dan sistem kebencanaan yang terukur di tingkat daerah. Evaluasi terhadap kecepatan mobilisasi, kesiapan peralatan, serta pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) penanganan bencana dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh. 

Baca Juga : Bencana di Tapteng Membuat Ayah Ini Terancam Putuskan Kuliah Empat Anaknya: Tolong Kami

Publik menantikan langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan upaya pencarian dan pemulihan berjalan efektif, akuntabel, serta memberikan kepastian bagi keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kejelasan.

(Jjm/Nusantaraterkini.co)