Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Legislator: Perlu Ada Kajian Mendalam soal Wacana Perubahan Pertalite dengan Bioetanol

Sartono Hutomo meminta pemerintah untuk mengkaji secara menyeluruh sebelum menerapkan penggantian BBM jenis pertalite dengan Bioetanol

Sartono Hutomo. (Foto: istimewa)
Sartono Hutomo. (Foto: istimewa)
A A

Nusantarerkini.co, JAKARTA - Pemerintah berencana menghapus dengan mengurangi pasokan di SPBU di beberapa wilayah, khususnya di Jakarta.

Merespon hal tersebut, Anggota Komisi VII , Sartono Hutomo meminta pemerintah untuk mengkaji secara menyeluruh sebelum menerapkan penggantian jenis pertalite dengan , termasuk mengkaji secara mendalam pemberian subsidi dan pemberian kompensasi terhadap masyarakat yang kurang beruntung.

Menurutnya, hal ini diperlukan, agar harga bahan bakar calon pengganti itu bisa terjangkau oleh rakyat dan masyarakat terdampak tidak terlalu terbebani dengan penggantian ini.

“Bukti hadirnya negara ialah menghadirkan subsidi energi diantaranya Subsidi BBM, dalam penerapannya ada wacana pergantian pertalite menjadi sudah semestinya mekanisme subsidi dan kompensasi di dalamnya dikaji secara menyeluruh," katanya.

"Sehingga harga terjangkau oleh rakyat, karena apabila tidak dikaji dan juga harga diatas pertalite pada saat ini banyak sektor yang akan berdampak,” sambungnya.

Menurut Sartono, selama ini, masyarakat menggunakan BBM subsidi pertalite karena harganya lebih ekonomis dan bisa lebih menghemat keuangan.

Sehingga, tuturnya, sisa uang tersebut bisa digunakan untuk membeli kebutuhan lainnya, seperti, untuk membeli bahan makanan, kebutuhan sekolah, dan kebutuhan lainnya.

“Dengan memberikan subsidi bahan bakar minyak, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat, membantu mempercepat pemulihan konsumsi rumah tangga, dan menjaga stabilitas inflasi,” katanya.

“Sementara jika subsidi BBM tidak ada. Harga bensin yang tinggi berimbas pada harga bahan pokok yang mahal, ongkos transportasi naik, dan daya beli masyarakat menurun. Angka inflasi bakal naik dan berakibat buruk bagi kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi pun melambat dan kemiskinan meningkat,” tandasnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru