Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Polisi Bongkar Modus Mafia BBM di Medan dan Deliserdang: Pakai Tangki Modifikasi, Untung hingga Rp5 Juta Sehari

Polisi bongkar mafia BBM subsidi di Medan. Modus tangki modifikasi raup untung Rp5 juta/hari. 10 orang tersangka!

Polrestabes Medan memberikan keterangan pers kepada wartawan, Kamis (12/2/2026). (Foto: dok istimewa)
Polrestabes Medan memberikan keterangan pers kepada wartawan, Kamis (12/2/2026). (Foto: dok istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Polisi mengungkap beragam modus baru yang digunakan pelaku penyalahgunaan di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.

Jaringan ini memanfaatkan kendaraan modifikasi, tangki ilegal, hingga pengisian berulang di SPBU untuk menimbun solar dan yang kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Kasat Reskrim AKBP Bayu Putro Wijayanto menjelaskan, sebagian pelaku menjadikan praktik tersebut sebagai mata pencaharian utama. yang diperoleh dari SPBU dialihkan ke tangki penampungan atau jerigen, lalu dijual sebagai BBM industri dengan selisih harga besar.

“Dalam satu hari satu kendaraan bisa menyalurkan hingga lima ton. Keuntungan bisa mencapai sekitar Rp5 juta per hari, bahkan lebih jika pengambilan dilakukan berulang,” sebutnya dalam konferensi pers ungkapan kasus tersebut di gedung Satreskrim , Kamis (12/2/206).

Dalam operasi penindakan, polisi menetapkan 10 tersangka yang terbagi dalam enam perkara berbeda. Mereka terdiri dari pengemudi kendaraan modifikasi, operator SPBU, hingga pelaku distribusi lapangan.

Mereka adalah, SY (43) dan MHN (56) diamankan dalam kasus pengisian menggunakan jerigen dan becak motor. M (47) dan AH (18) terlibat pengangkutan menggunakan mobil pribadi dengan pompa elektrik.

Kemudian S (41) dan AP (45) terkait pengoperasian mobil tangki ilegal bermuatan solar. Lalu RAMC (22) dan AAS (22) diamankan saat membawa jerigen menggunakan sepeda motor. SH (46) ditangkap karena menggunakan mobil Espass yang tangkinya dimodifikasi.

Sedangkan RUS (43) tertangkap mengangkut menggunakan truk Fuso dengan baby tank.

Sementara itu, Pertamina wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menegaskan sistem pengawasan telah diperketat, termasuk penggunaan barcode kendaraan, CCTV SPBU terhubung daring 24 jam, serta kewajiban surat rekomendasi resmi untuk pembelian BBM menggunakan jerigen.

Namun, menurut perwakilan Pertamina Haniif Rajasyah, pelaku kerap memanfaatkan celah dengan memodifikasi kendaraan atau menyamarkan distribusi agar terlihat legal.

Polrestabes Medan kini memantau sedikitnya lima SPBU yang menjadi titik rawan penyalahgunaan dan meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan yang melakukan pengisian tidak wajar.

Polisi mengimbau operator SPBU dan masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan agar distribusi tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan bisnis ilegal.

(Akb/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru