Gubernur Sumsel Khawatir Perekonomian Terganggu Dampak Debu Vulkanik Krakatau dan Karhutla
Erupsi Gunung Anak Krakatau dan karhutla lumpuhkan bandara serta udara Palembang. Gubernur Sumsel waspadai ekonomi
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru mengkhawatirkan terjadinya gangguan perekonomian kawasan Jawa dan Sumatera akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang dikombinasikan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (7/9/2026).
Kekhawatiran tersebut disampaikan seiring lumpuhnya aktivitas transportasi udara, serta memburuknya kualitas udara di wilayah Sumsel.
“Kita berdoa agar erupsi GAK segera berakhir, karena ini dampaknya di Sumatera dan Jawa. Kita khawatir ini akan berdampak terhadap perekonomian,” ujar Deru usai meninjau Posko Karhutla Alang-Alang Lebar, Palembang.
Deru menyampaikan jika partikel debu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau dilaporkan telah memapar wilayah Palembang hingga memicu status waspada.
“Barusan diumumkan ini tadi, bahwa partikel debu itu sudah masuk ke Palembang, dengan kondisi waspada,” tuturnya.
Dampak sebaran abu vulkanik tersebut melumpuhkan seluruh lalu lintas udara di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
“Saya juga dapat informasi, kualitas udara masih berfluktuasi. Pesawat juga belum bisa melintas di Sumsel. Sampai dengan saat ini bandara kita juga belum ada flight,” lanjutnya.
Ia menjelaskan jika pencemaran udara yang terjadi saat ini makin memburuk akibat gabungan material debu vulkanik dan asap karhutla.
Melihat kondisi tersebut, dirinya meminta seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan konsisten memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
Guna melindungi kesehatan para pelajar dari paparan udara buruk, Gubernur menyerahkan penuh kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada pihak sekolah dan komite di daerah terdampak.
“PJJ itu sudah diatur dan dipertegas melalui surat Mendikdasmen, bahwa komite dan sekolah bisa buat keputusan,” katanya.
Ia menegaskan jika penerapan skema belajar dari rumah tersebut murni bentuk antisipasi kesehatan dan bukan libur sekolah.
“Bukan libur ya, tapi PJJ,” tegas dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
E-SportTekuk Alter Ego 3-1, NAVI Melaju ke Final Upper Bracket MPL S18
Herman Saleh Harahap·Beberapa detik yang lalu -
SUMUTImigrasi Padangsidimpuan Bentuk Timpora, Perkuat Pengawasan Orang Asing
Rozie Winata·5 menit yang lalu -
NEWS VIDEOBonatua Silalahi Diperiksa Terkait Keabsahan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
6 menit yang lalu -
POLITIKFirman Soebagyo Desak DPR Revisi UU Pemilu, Ingatkan Bahaya Kekosongan Jabatan Kepala Daerah
Rozie Winata·45 menit yang lalu -
NASIONALKasus Penyadapan, DPR Desak Percepatan Undang-Undang Satu Data Indonesia
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
PERISTIWAWarga Helvetia Geruduk BPN Sumut, Tuntut Terbitkan Sertifikat 32 Hektare Lahan Eks Garapan PTPN II
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELGagas Pengolahan Sampah Modern, Sumsel Siap Resmikan PSEL Pertama di Indonesia
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELDari Tapsel hingga Sumsel, Rekam Jejak dan Dedikasi Irjen Pol Rony Samtana
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHutan Simalungun Digunduli, Warga Kampung Rondang Hatonduhan Nyaris Bentrok Pergoki Alat Berat
Fadli Tara·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan