Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Hutan Simalungun Digunduli, Warga Kampung Rondang Hatonduhan Nyaris Bentrok Pergoki Alat Berat

Hutan Simalungun Digunduli, Warga Kampung Rondang Hatonduhan Nyaris Bentrok Pergoki Alat Berat

Bagikan:
A A

Nusantaraterkini.co, SIMALUNGUN — Amarah warga Kampung Rondang, Kelurahan Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, tumpah ruah. Mereka geram setelah mendapati kawasan hutan yang menjadi benteng ekologis terakhir wilayah mereka dibabat habis oleh aktivitas alat berat, Rabu (4/11/2026).

Tak kuasa melihat pepohonan berusia puluhan tahun bertumbangan dan berubah menjadi hamparan tunggul, puluhan warga turun langsung ke lokasi untuk menghentikan paksa operasional alat berat yang tengah membuka jalan di tengah kawasan hutan.

Pemandangan di lapangan memang memprihatinkan. Pohon-pohon besar yang selama ini berfungsi sebagai penyangga air dan penopang keselamatan pemukiman warga di bawahnya tampak rata dengan tanah tanpa sisa.

Muliyono, salah seorang perwakilan warga setempat, menegaskan bahwa apa yang terjadi di wilayah mereka bukan lagi sekadar penebangan biasa, melainkan bentuk perusakan ekosistem yang mengancam keselamatan jiwa.

"Tadi kami hentikan aktivitas alat berat yang bekerja di dalam kawasan. Kami minta operatornya berhenti dan keluar dari kawasan hutan. Pengakuannya baru masuk hari ini, tapi faktanya sudah banyak pohon besar yang ditumbangkan dan dipotong-potong," ujar Muliyono dengan nada geram, Rabu (4/11/2026).

Warga khawatir, jika pembabatan hutan ini dibiarkan, bencana ekologis seperti banjir bandang dan tanah longsor akan menjadi ancaman nyata bagi pemukiman penduduk. Terlebih, kerusakan terpantau menyebar di beberapa titik secara masif, memunculkan kecurigaan adanya sindikat terorganisir di balik perambahan tersebut.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Gomgom. Ia mendesak seluruh aktivitas dihentikan secara total sampai ada kejelasan hukum dan status kawasan yang dikerjakan.

"Jangan tunggu hutan kami habis baru aparat bertindak. Kami minta instansi kehutanan dan aparat penegak hukum (APH) segera turun ke lapangan untuk memeriksa legalitas kegiatan ini dan menindak tegas pelakunya," tegas Gomgom.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di tengah masyarakat, praktik pembalakan liar ini diduga tidak berdiri sendiri. Kayu-kayu hasil tebangan dari kawasan tersebut diinyalir diangkut ke luar daerah, termasuk dibawa menuju sejumlah sawmill (tempat penggergajian kayu) di Kota Pematangsiantar.

"Kalau informasi yang kami dengar di lapangan, kayu-kayu ini dibawa ke Siantar. Ada banyak pemain yang bermain, bahkan ada yang disebut-sebut berasal dari luar daerah seperti Porsea dan Toba," ungkap warga.

Masyarakat menegaskan tidak akan tinggal diam jika perusakan ini terus berlanjut. Mereka mendesak APH dan Dinas Kehutanan bertindak cepat sebelum warga mengambil langkah-langkah penertiban secara mandiri akibat kekecewaan terhadap lambatnya penegakan hukum.

Hingga berita ini diturunkan, warga dilaporkan masih berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas lanjutan, sekaligus menanti turun tangan pihak berwenang guna mengungkap aktor intelektual di balik pembantaian hutan Hatonduhan.

(Cv3/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru