Tertinggi Sejak 2015, Hotspot Sumsel Tembus 43.284 Titik pada Oktober 2026
Hotspot di Sumsel melonjak jadi 43.284 titik pada Oktober 2026, tertinggi sejak tahun 2015
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG -ย Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) melonjak tajam sepanjang Oktober 2026 dengan total mencapai 43.284 titik.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, angka tersebut menjadi yang tertinggi secara bulanan pada tahun ini, sekaligus melampaui catatan tahunan sejak 2015.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman mengatakan, jumlah tersebut meningkat dibandingkan September 2026 yang mencatat 32.789 titik panas.
"Hotspot sepanjang Oktober tercatat sebanyak 43.284 titik. Angka ini menjadi yang tertinggi pada tahun ini, bahkan secara tahunan sejak 2015," ujar Sudirman, Senin (2/11/2026).
Berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 25.739 titik sepanjang Oktober. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya di Sumatera Selatan.
Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menempati posisi berikutnya dengan 6.551 titik, disusul Banyuasin sebanyak 5.393 titik dan Muara Enim sebanyak 1.808 titik. Sementara itu, kabupaten/kota lainnya mencatat sebaran antara 9 hingga 737 titik panas.
Dominasi OKI juga terlihat dari akumulasi titik panas sejak Januari hingga Oktober 2026. Wilayah tersebut mencatat 42.685 titik, diikuti Muba sebanyak 14.475 titik, Banyuasin 12.781 titik, dan Muara Enim 7.133 titik.
Secara keseluruhan, BPBD Sumsel mencatat 92.391 titik panas di seluruh wilayah Sumatera Selatan selama periode Januari-Oktober 2026.
"Secara keseluruhan sepanjang Januari-Oktober tercatat jumlah hotspot sebanyak 92.391 titik," ungkap Sudirman.
Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan catatan beberapa tahun sebelumnya. Pada 2015, Sumatera Selatan mencatat 27.043 titik panas, kemudian turun drastis menjadi 965 titik pada 2016. Selanjutnya, jumlahnya tercatat 1.214 titik pada 2017 dan 2.081 titik pada 2018.
Pada 2019, sebaran titik panas kembali meningkat menjadi 17.391 titik. Namun, tren tersebut menurun pada 2020 dengan 4.536 titik, 2021 sebanyak 2.794 titik, dan 2022 sebanyak 2.364 titik.
Jumlah hotspot kembali meningkat pada 2023 dengan 20.547 titik, sebelum turun menjadi 4.661 titik pada 2024 dan 4.425 titik pada 2025.
Dengan capaian 92.391 titik hingga Oktober 2026, jumlah hotspot tahun ini telah melampaui catatan pada seluruh tahun sebelumnya dalam data historis tersebut. Bahkan, angka pada Oktober saja telah melampaui akumulasi tahunan pada 2015.
Sudirman menyebut tingginya jumlah titik panas sepanjang tahun ini menjadi catatan penting dalam pemantauan kondisi karhutla di Sumatera Selatan. Data sebaran tersebut juga memperlihatkan wilayah OKI sebagai daerah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSKapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
hendra·10 menit yang lalu -
PENDIDIKANCegah Narkoba dan Judol, Wakapolda Sumsel Edukasi Siswa SMKN Sumsel
Rozie Winata·19 menit yang lalu -
PENDIDIKAN39 Wisudawan STT Siar Nauli Tapteng Resmi Sandang Gelar Sarjana Teologia dan PAK
Rozie Winata·35 menit yang lalu -
SUMUTSetahun Tanpa Kepastian, Warga Padangsidimpuan Kecewa Penanganan Bencana Diabaikan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi dan BNN Bakar 5 Hektare Ladang Ganja di Mandailing Natal
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELTertinggi Sejak 2015, Hotspot Sumsel Tembus 43.284 Titik pada Oktober 2026
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Lebat Picu Longsor di Lumajang, Dua Orang Meninggal Dunia
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SASTRAEx Injuria Jus Non Oritur: Catatan Kecil Pasca Putusan MA Nomor 742 K/TUN/2026
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOInflasi Sumsel Tembus 0,44 Persen, Komoditas Pangan jadi Pendorong
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEORay Rangkuti: Gibran Harus Mundur atau Dimundurkan, DPR Diminta Bergerak!
Fadli Tara·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan