Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Gagas Pengolahan Sampah Modern, Sumsel Siap Resmikan PSEL Pertama di Indonesia

PSEL Palembang siap beroperasi penuh Desember 2026, sulap sampah jadi listrik dan buka lapangan kerja

Bagikan:
Menko Pangan Zulkifli Hasan didampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat meninjau proyek PSEL di Kecamatan Kertapati Palembang, Rabu (4/11/2026). (Foto: pemprov sumsel)
Menko Pangan Zulkifli Hasan didampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat meninjau proyek PSEL di Kecamatan Kertapati Palembang, Rabu (4/11/2026). (Foto: pemprov sumsel)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Provinsi (Sumsel) bersiap mencatatkan sejarah baru sebagai pionir pengolahan berbasis di tanah air melalui proyek strategis Pengolahan Sampah menjadi Energi (PSEL) di Kota Palembang.

Kehadiran fasilitas modern ini dinilai tidak hanya tuntas menyelesaikan persoalan lingkungan perkotaan, tetapi juga berpotensi menjadi PSEL pertama yang beroperasi penuh dan komersial di Indonesia.

"Progres PSEL ini sudah 98 persen, yang penting sekarang sudah running dan sudah menyuplai ke PLN, bahkan over target," ujar Deru, Kamis (5/11/2026).

Deru menyebut jika fisik proyek tersebut kini telah mencapai 98 persen dan sudah mulai menyuplai listrik ke jaringan PT PLN melebihi target. Fasilitas canggih ini sudah mulai berjalan dan memberikan kontribusi nyata bagi pasokan energi listrik di daerah.

"Ini luar biasa, jika diresmikan ini berpotensi jadi PSEL pertama di Indonesia," ungkapnya.

Ia menjelaskan, terobosan ini menjadi solusi jangka panjang bagi penataan lingkungan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

PSEL terbukti efektif memangkas volume masif, menekan risiko pencemaran air tanah, menghilangkan bau tidak sedap, serta mencegah potensi bencana kebakaran lahan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi pengolahan limbah ini tidak hanya berdampak pada kebersihan kota, tetapi juga membuka ruang baru bagi pemanfaatan lahan TPA di masa mendatang.

"Ini menjadi kebanggaan kita bersama karena sampah bisa diolah menjadi energi dan dikelola dengan baik. Kawasan TPA yang berkurang beban sampahnya nantinya juga dapat dimanfaatkan kembali oleh Pemkot Palembang untuk fasilitas publik," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan memberikan apresiasi tinggi terhadap percepatan proyek ramah lingkungan tersebut. Berdasarkan laporan manajemen pengelola, ditargetkan rampung 100 persen dan siap diresmikan pada Desember 2026 mendatang.

Pihak kementerian menyambut baik progres pembangunan yang berjalan sangat cepat dan sesuai dengan harapan pemerintah pusat dalam menyelesaikan persoalan limbah perkotaan.

"Alhamdulillah, setelah mendapat laporan dari pimpinan PSEL, pada bulan Desember sudah selesai 100 persen. Mudah-mudahan Desember nanti akan diresmikan," kata Zulkifli Hasan.

Ia menuturkan proyek dengan nilai investasi mencapai 160 juta dolar AS ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian lokal.

Fasilitas canggih ini mampu menyerap ribuan tenaga kerja serta mengonversi limbah menjadi daya listrik yang sanggup menerangi belasan ribu rumah warga.

"Bayangkan, dari masalah yang dampaknya luar biasa terhadap lingkungan, sekarang bisa menjadi sesuatu yang positif. PSEL ini bisa menerangi 14 ribu hingga 15 ribu rumah, dengan investasi mencapai 160 juta dolar AS serta menyerap tenaga kerja sekitar 500 sampai 600 orang," pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru