Dua Proyek Puluhan Miliar di Tapteng Diduga Gunakan Besi Non-SNI
Dua proyek penguatan tebing sungai di Tapteng disorot setelah muncul dugaan penggunaan besi non-SNI dan pengerjaan tidak sesuai standar.
Nusantaraterkini.co, TAPTENG-Dua proyek penguatan tebing sungai bernilai puluhan miliar rupiah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) memicu sorotan. Pengerjaan proyek yang berada di bawah UPTD Dinas Sumber Daya Air Sirandorung Batang Toru tersebut diduga tidak menggunakan bahan material bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).
Temuan ini diungkap oleh seorang Insinyur Teknik Sipil, Robert Hutagalung yang langsung turun ke lapangan melihat dua lokasi proyek pembangunan penguatan tebing sungai di Aek Panjaitan dengan Kontraktor PT Lampatar dan Aek Siaili, Kontraktor PT Tigalapan Adam Internasional.
Ia mengatakan proyek penguatan tanggul sungai yang berada di Kecamatan Pandan, Tapteng ini, seharusnya memakai besi baja SNI yang tidak mudah berkarat, melihat kondisi air sungai yang sering bercampur saat pasang naik air laut.
"Sebenarnya proyek ini memakai besi galvanis yang rentan dari karat dan korosi, namun nyatanya hanya memakai besi biasa," ucapnya, Sabtu (31/10/2026).
Kepada awak media, Robert menunjukkan bahwa bukti bahwa besi tersebut bukan baja karena tidak memiliki nomor kode dan hanya logo kertas yang ditempelkan sebagai bukti bayar pajak dan berapa jumlah besi yang masuk.
"Seharusnya ada tulisan yang dicetak logo SNI dan tahun pembuatan serta nama perusahaan di batangan setiap besi bajanya, bukan hanya tempelan kertas," jelasnya
Robert juga menyesalkan pengerjaan didua proyek ini terkesan asal-asalan dan tidak memakai tehnik yang benar sehingga diduga markup anggaran.
"PT Lampatar dalam pemancangan besi, tidak lurus dan sambungan antar besi tidak dilas, sedang PT Tigalapan Adam Internasional, sambungan besi dilas, namun asal-asalan," ungkap Robert.
Saat dikonfirmasi, pimpinan pelaksana proyek bermarga Sitorus, mengaku, bahan tersebut sudah disiapkan Dinas PU dan pihaknya hanya sebagai pelaksana.
"Besi yang dipakai sudah sesuai standar yang penyedianya Dinas PU, sedang teknis pemasangan sudah sesuai," ujar Sitorus.
(Jjm/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KESEHATANBayi 14 Bulan di Bulukumba Meninggal, Pemerintah Diminta Perkuat Pengawasan
Herman Saleh Harahap·9 menit yang lalu -
-
SUMUTDua Proyek Puluhan Miliar di Tapteng Diduga Gunakan Besi Non-SNI
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALAnis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi PPN Pembalut Perempuan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
EKONOMIFirman Soebagyo Dukung Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSPenggerebekan Ponpes Sukoharjo Memicu Kritik Soal Prosedur
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALMiris, Remaja Putri 12 Tahun Disetubuhi Abang Ipar Hingga Hamil, Pelaku Ditangkap
hendra·9 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan