Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Demo di BPBD Deliserdang Diduga Ditunggangi 'Orang Dalam'

Aksi demo yang dilakukan sejumlah orang yang mengaku sebagai sebagai tenaga honorer di BPBD Kabupaten Deliserdang, diduga ditunggangi orang dalam.

Kantor BPBD Deliserdang, Sumatera Utara.
Kantor BPBD Deliserdang, Sumatera Utara.
A A

Nusantaraterkini.co, DELISERDANG - Aksi yang dilakukan sejumlah orang yang mengaku sebagai sebagai tenaga honorer di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deliserdang, diduga ditunggangi orang dalam alias internal .

Dugaan ini bukan sekadar isapan jempol belaka. Pasalnya, salah seorang bagian dari pendemo yang diduga melakukan pengutipan kepada tenaga honorer agar dapat masuk bekerja di .

Artinya, seorang pendemo berinisial TM diduga menjadi pengutip untuk disetorkan ke oknum pejabat di lingkungan BPBD Deliserdang. Disebut-sebut uang pelicin untuk masukkan tenaga honorer ke BPBD Deliserdang senilai Rp30 juta per kepala.

Namun karena tidak masuk, hal tersebut berbuntut demo ke Kantor di Lubukpakam, belum lama ini. Informasi dirangkum, TM yang merupakan salah seorang pendemo mulanya berstatus sebagai satgas relawan BPBD Deliserdang.

TM diangkat sebagai satgas relawan ini pada Oktober 2023 berdasarkan Surat Keputusan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Deliserdang. Sebulan kemudian atau pada November 2023, TM diangkat menjadi tenaga honorer administrasi, lantaran yang sebelumnya mengundurkan diri.

Namun TM diduga tidak dapat bekerjasama dalam tim dan hanya mengerjakan perintah salah satu oknum pejabat saja. Alhasil, buntutnya kontrak tidak diperpanjang dan TM pun menjadi salah seorang pendemo ke Kantor .

TM diduga sebagai dalang menyetor uang kutipan tenaga honorer ini kepada oknum pejabat di BPBD Deliserdang berinisial BS. Menanggapi dugaan ini, Sekretaris BPBD Deliserdang, dr Boyke Sihombing menepis tudingan tersebut.

"Tidak ada itu, tidak ada peran saya terlibat. Tidak ada nyambung ke saya," ujarnya menanggapi konfirmasi, Rabu (17/1/2024).

Boyke mengaku memang menjabatan sebagai Sekretaris BPBD Deliserdang. "Saya hanya datang pagi duduk, diam dan sore pulang. Jadi saya tidak ada nyambung ke sana," pungkasnya.

TM diduga berperan sebagai pengutip untuk masukkan tenaga honorer bersama orang tuanya. Adapun yang diduga masuk melalui TM yakni berinisial DF, NSA, NS, DA, RAD dan D serta WAG.

Selama bekerja di BPBD Deliserdang, mereka diduga tidak pernah masuk kerja. Bahkan salah satu dimaksukkan TM berinisial WAG juga menjadi sopir pejabat di sana.

Terlebih WAG diduga tidak mengikuti peraturan di BPBD Deliserdang dan tidak lulus seleksi untuk tahun anggaran 2024. Sehingga diduga WAG pun menjadi salah satu penggerak massa untuk melakukan aksi tersebut. (rsy/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait