Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

AS Luncurkan Serangan Kejam di Karibia: 3 Terduga Penyelundup Narkoba Tewas, Kampanye Anti-Narkoba Memanas

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kapal perang Amerika Serikat (ilustrasi).

Nusantaraterkini.co, AMERIKA - Militer Amerika Serikat kembali melakukan serangan terhadap sebuah kapal yang dicurigai menjadi sarana penyelundupan narkoba di perairan Laut Karibia pada Jumat (13/2/2026). Operasi ini dilaporkan menewaskan tiga orang yang diduga terlibat dalam aktivitas narkotika, menurut pernyataan resmi dari Komando Selatan AS.

Dalam rilis di platform X, Komando Selatan menyatakan bahwa berdasarkan informasi intelijen, kapal tersebut sedang melintasi rute yang dikenal sebagai jalur utama perdagangan narkoba. Mereka yang tewas disebut sebagai “narco-teroris”, sementara seluruh personel militer Amerika tidak mengalami cedera dalam serangan tersebut.

Kejadian ini menambah panjang daftar korban dalam kampanye militer AS yang dimulai sejak September 2025. Hingga kini, total tewas dalam operasi serupa diperkirakan mencapai setidaknya 133 orang dari puluhan serangan di wilayah Karibia dan Samudra Pasifik.

Baca Juga : Diceraikan Suami Usai Ketahuan Jadi 'Wanita Malam', Reaksi Si Wanita Mengejutkan Semua Orang

Kebijakan tersebut digagas atas dasar klaim pemerintahan Presiden Donald Trump bahwa Washington sedang terlibat dalam semacam konflik bersenjata melawan sindikat perdagangan narkoba yang beroperasi dari wilayah Amerika Latin — termasuk yang dituding berkaitan dengan Venezuela. Namun, langkah militer ini memicu kontroversi karena belum ada bukti kuat yang diumumkan secara publik mengenai keterlibatan kapal-kapal ini dalam perdagangan narkotika.

Insiden terbaru ini terjadi sekitar enam minggu setelah penangkapan bekas Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh pasukan khusus AS. Maduro kini berada di penjara di Amerika Serikat atas dakwaan yang berkaitan dengan narkoba dan senjata, yang selalu dibantahnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Pangkalan di Irak Diserang Roket, 5 Anggota Militer dan 2 Kontraktor AS Terluka