Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Banjir Jember Seret 12 Perahu Nelayan Puger ke Laut, Ribuan KK Terdampak

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kapal nelayan terbawa arus deras sungai akibat banjir di Puger. (Foto: Dok. Istimewa)

Nusantaraterkini.co, JEMBER – Banjir besar yang melanda wilayah Jember, Jawa Timur, tak hanya merendam permukiman dan lahan pertanian di 22 desa, tetapi juga memukul sektor perikanan. Sebanyak 12 perahu nelayan di Kecamatan Puger dilaporkan hanyut terbawa arus sungai hingga ke laut.

Selain itu, puluhan perahu lainnya yang hendak kembali dari melaut kesulitan merapat ke dermaga akibat derasnya arus dan tingginya debit air.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, membenarkan adanya laporan perahu hanyut tersebut. Namun, hingga Sabtu (14/2/2026), pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan terkait kondisi dan keberadaan perahu-perahu yang terseret arus.

Baca Juga : 97 WNI Terdampak Kebakaran Dahsyat di Los Angeles

“Memang ada laporan belasan perahu hanyut sampai ke laut saat banjir. Untuk perkembangan terbarunya, kami masih koordinasi dengan Camat Puger,” ujarnya dikutip Minggu (15/2/2026).

Sungai Bedadung Meluap

Dermaga nelayan Puger berada di aliran Sungai Bedadung. Muara sungai atau yang dikenal warga sebagai plawangan menjadi jalur keluar masuk perahu menuju laut selatan.

Baca Juga : Harga Emas Spot Terkoreksi 0,3% Terkerek Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil US treasury

Sungai Bedadung sendiri merupakan sungai terpanjang dan terbesar di Jember, mengalir dari kawasan Pegunungan Argopuro hingga bermuara di pantai selatan. Meluapnya sungai ini menjadi salah satu pemicu banjir yang terjadi sejak Jumat (13/2/2026).

Secara keseluruhan, terdapat delapan sungai di Jember yang meluap dan menyebabkan banjir di sembilan kecamatan. Data sementara mencatat 7.249 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan 557 warga terpaksa mengungsi. Para pengungsi mayoritas berasal dari kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

Status Tanggap Darurat Berlaku Hingga 26 Februari

Baca Juga : DPD GRIB Sumut-Warga Namorube Julu Deklarasi Anti Narkotika dan Dukung Program Polri-TNI serta Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Jember telah menetapkan status tanggap darurat bencana. Keputusan tersebut diterbitkan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, dan berlaku hingga 26 Februari.

Kepala Diskominfo Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, membenarkan bahwa surat keputusan tersebut sudah diterbitkan, meski belum diumumkan secara resmi melalui konferensi pers.

BPBD menegaskan, fokus penanganan saat ini adalah keselamatan dan kebutuhan dasar warga terdampak. Bantuan sembako terus disalurkan, termasuk makanan siap saji dari dapur umum serta layanan kesehatan bagi korban banjir.

Baca Juga : Kedua Kalinya, Mahasiswa WN Sudan Jadi Korban Jambret di Palembang

Memasuki tahap pemulihan, tim akan mendata dan memperbaiki fasilitas umum yang rusak. Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan parah, mulai dari aspal mengelupas hingga paving yang tergerus arus. Beberapa jembatan bahkan amblas dan putus, memaksa warga menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk beraktivitas.

(Dra/nusantaraterkini.co).