Nusantaraterkini.co, MEDAN - Ribuan warga dari berbagai kalangan tumpah ruah ke jalan mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Sabtu, (14/2/2026) malam.
Kegiatan yang menjadi tradisi tahunan ini berlangsung meriah dan penuh khidmat.
Baca Juga : Pemko Medan Absen, 10 Ribu Massa Semarakkan Pawai Obor Ramadan 1447 H
Sejak usai salat Isya, tepatnya pukul 20.45 WIB, peserta mulai berkumpul di halaman masjid Masjid Raya Al-Mashun, Medan. Anak-anak, remaja, hingga orangtua tampak membawa obor yang telah disiapkan panitia.
Baca Juga : Sambut Ramadan 1447 H, Keluarga Besar Kejari Poso Gelar Doa Bersama dan Siraman Rohani
Salah seorang peserta, Nur Aini (28), mengaku senang bisa kembali mengikuti pawai obor. Pasalnya, suasana menjelang Ramadan lebih terasa dan meriah.
“Rasanya lebih semangat menyambut Ramadan kalau ikut pawai seperti ini. Jadi terasa kebersamaannya,” katanya saat dijumpai Nusantaraterkini.co.
Warga Jalan Sisingamangaraja itu mengatakan, ia hadir bersama keluarganya dan kelompok perwiridan yang ia ikuti. Suasana tambah khidmat dengan iringan lantunan solawat. Rombongan berjalan menyusuri sejumlah ruas jalan permukiman warga.
Koordinator acara, Taufik Ismail, mengatakan, pawai obor digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga tradisi menyambut Ramadan agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar arak-arakan. Pawai obor menjadi simbol cahaya dan semangat menyambut bulan penuh berkah. Kami ingin anak-anak juga merasakan suasana Ramadan seperti yang dulu kami rasakan,” ujarnya.
Sepanjang rute pawai, warga yang tidak ikut berjalan tampak berdiri di depan rumah menyaksikan iring-iringan peserta. Beberapa di antaranya mengabadikan momen tersebut dengan telepon genggam.
Meski berlangsung meriah, panitia tetap mengedepankan aspek keamanan. Peserta diimbau menjaga jarak antarbarisan dan berhati-hati membawa obor agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Aparat TNI/Polri dan petugas keamanan turut berjaga di sejumlah titik untuk memastikan kegiatan berjalan tertib.
Direncanakan pawai obor dimulai dari Masjid Raya Al Mashun, kemudian berjalan kaki melintasi Jalan Katamso, Jalan Pemuda, Jalan Palang Merah, Jalan MT Haryono, hingga Jalan Cirebon. Titik istirahat disiapkan di depan Hotel Soechi sebelum kegiatan ditutup dengan tausiyah.
Tradisi pawai obor sendiri telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat dalam menyambut bulan suci. Di tengah perkembangan zaman, semangat kebersamaan yang terbangun dari kegiatan ini tetap menjadi cahaya yang menyatukan.
(Cw2/Nusantaraterkini.co)
