Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Diproyeksi Lanjut Menguat Terhadap Dolar AS

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
nilai tukar rupiah diproyeksi lanjut menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sekedar mengingatkan, rupiah di pasar spot ditutup menguat tipis 0,02% secara harian ke Rp 16.437 per dolar AS pada Rabu (17/9/2025). 

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan hari ini (18/9/2025) nilai tukar rupiah diproyeksi lanjut menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Sekedar mengingatkan, rupiah di pasar spot ditutup menguat tipis 0,02% secara harian ke Rp 16.437 per dolar AS pada Rabu (17/9/2025). 

Baca Juga : Analis Pasar: Rupiah Bakal Melemah Dipicu Sentimen Risk On yang Masih Kuat di Pasar Ekuitas

Menanggapi hal tersebut, Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, rupiah akan tetap berada di jalur penguatan, terutama setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 4,75% pada Rabu (17/9/2025).

Keputusan ini, meskipun bisa memicu pelemahan jangka pendek, secara umum dipandang positif oleh pasar karena mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih Berpotensi Melemah Meskipun akan Terbatas

“Rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi menguat,” ujar Sutopo.

Sutopo menambahkan, sentimen utama yang paling dinanti adalah hasil dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dan pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). 

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,11% Berada di Level Rp16.463 Per Dolar AS

Seperti diketahui, The Fed akhirnya memangkas suku bunga acuan 25 basis point (bps) menjadi di kisaran 4%-4,25%, seperti yang diharapkan pasar. 
Sentimen ini akan memberikan dorongan kuat bagi penguatan rupiah, karena dolar AS akan kehilangan daya tariknya sebagai mata uang safe-haven. 

Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Menguat di Kisaran Rp 16.420–Rp 16.470 Per Dolar AS

Selain penurunan suku bunga, Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, investor juga akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru The Fed dan dot plot. 

Setelah itu pasar akan mencermati konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell untuk mendapatkan petunjuk tentang seberapa jauh dan seberapa cepat siklus pelonggaran dapat berlanjut. 

Sutopo memproyeksikan, bergerak di kisaran Rp 16.400 – Rp 16.500 per dolar AS pada hari ini (18/9/2025). 

Sementara Ibrahim memperkirakan, rupiah bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp 16.390 – Rp 16.440 per dolar AS.