Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah spot kembali berada di zona merah pada awal perdagangan Jumat (6/2/2026). Hingga pukul 09.10 WIB, rupiah tercatat di level Rp16.881 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,23% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di Rp16.842 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah sejalan dengan pergerakan sejumlah mata uang Asia yang juga melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, turun 0,39%.
Selain rupiah, ringgit Malaysia tercatat melemah 0,14%, yuan China turun 0,05%, serta dolar Taiwan terkoreksi 0,04% terhadap dolar AS.
Meski demikian, tidak semua mata uang Asia bergerak negatif. Sejumlah mata uang justru mencatatkan penguatan. Baht Thailand memimpin penguatan dengan naik 0,22%, disusul yen Jepang yang menguat 0,17%.
Baca Juga : Menjelang Rilis PDB, Rupiah Terkoreksi ke Rp16.807 per Dolar AS
Selanjutnya, dolar Singapura terapresiasi 0,11%, peso Filipina menguat 0,06%, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,03% terhadap dolar AS.
Di sisi lain, indeks dolar AS yang mencerminkan kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia tercatat berada di level 97,86, naik tipis dibandingkan posisi sebelumnya di 97,82. Penguatan dolar ini turut memberikan tekanan terhadap pergerakan mata uang regional, termasuk rupiah.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Baca Juga : Rupiah Menguat Tipis di Awal Februari, Bayang-bayang Dolar Masih Membatasi
