Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Emas 3 Kg dan Miliaran Rupiah, OTT Bea Cukai Seret Petinggi Blueray Cargo ke Markas KPK

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang pecah di jantung Jakarta sejak Rabu malam (4/2/2026) tidak hanya menyasar oknum birokrat, tetapi juga menyeret lima orang dari pihak swasta, yakni PT Blueray Cargo (PT BR). (foto:istimewa)

Nusantaraterkini.coJAKARTA-Gedung Merah Putih KPK kini menjadi saksi bisu runtuhnya "benteng" integritas di pintu gerbang perdagangan negara. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang pecah di jantung Jakarta sejak Rabu malam (4/2/2026) tidak hanya menyasar oknum birokrat, tetapi juga menyeret lima orang dari pihak swasta, yakni PT Blueray Cargo (PT BR). 

Penangkapan ini mengonfirmasi adanya dugaan suap sistemik dalam proses bongkar muat dan perizinan impor barang yang melibatkan jaringan logistik internasional. Barang bukti yang dihamparkan penyidik KPK di atas meja menunjukkan betapa mewahnya praktik ini. 

Baca Juga : KPK Ungkap Dugaan Suap Restitusi PPN Rp48,3 Miliar di KPP Madya Banjarmasin, Libatkan Pejabat Pajak dan Pihak Swasta

Bukan sekadar rupiah, tim KPK mengamankan "gunung" mata uang asing mulai dari Dolar Singapura, Dolar AS, hingga Yen Jepang yang jika ditotal mencapai angka miliaran. Namun, yang paling mencolok adalah sitaan logam mulia seberat 3 kilogram emas yang diduga menjadi instrumen suap untuk melicinkan dokumen importasi. "

Baca Juga : KPK Kembali Panggil Sekjen DPR RI di Tengah Gugatan Praperadilan

Dua belas orang merupakan pegawai pada Ditjen Bea Cukai, dan lima orang lainnya dari pihak PT BR," papar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Jakarta, Kamis sore (5/2/2026).

Sorotan utama dalam skandal ini tertuju pada sosok Rizal, pejabat tinggi yang baru seumur jagung menjabat sebagai Kakanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat. Mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) pusat ini diduga menjadi pemain kunci di balik meja kompromi tarif impor. 

Baca Juga : OTT KPK di Kantor Pajak Jakarta dan Banjarmasin: Pengamat dan DPR Soroti Lemahnya Integritas Otoritas Perpajakan

Ironisnya, Rizal baru saja dilantik pada 28 Januari lalu, namun karier panjangnya di bidang penindakan justru berakhir di tangan tim penindakan KPK. Kini, ia bersama 16 orang lainnya masih dikurung di ruang pemeriksaan untuk dikuliti keterlibatannya satu per satu.

Baca Juga : OTT KPK Bertubi-tubi, DPR Sentil Kepala Daerah: Jabatan Bukan Alat Dagang!

Dilansir RMOL, KPK kini tengah membedah peran kelima orang dari Blueray Cargo tersebut untuk melihat sejauh mana perusahaan ekspedisi ini "membeli" kebijakan demi meloloskan barang-barang impor. Operasi ini seolah menjadi pesan keras bagi para pelaku usaha logistik dan pejabat Bea Cukai bahwa celah di pelabuhan kini sedang diawasi dengan sangat ketat.

Dengan tumpukan emas dan uang asing sebagai barang bukti, publik menanti siapa saja yang akan mengenakan rompi oranye dalam 24 jam ke depan.

Baca Juga : Purbaya Bersihkan Lini Depan Fiskal, 36 Pejabat Kemenkeu Dirombak dengan Bea Cukai Jadi Sorotan Utama

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Polda Sumsel Ungkap Peredaran Narkoba Jenis Baru Etomidate Berkedok Liquid Vape