Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka melemah pada awal perdagangan Kamis (5/2/2026). Mata uang Garuda bergerak searah dengan mayoritas mata uang Asia yang cenderung tertekan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,18% ke level Rp16.807 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat menguat tipis 0,04% ke posisi 97,65.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah dinamika bervariasi mata uang kawasan Asia Pasifik. Yen Jepang melemah 0,03%, dolar Singapura turun 0,02%, dolar Taiwan terkoreksi 0,20%, dan won Korea Selatan melemah 0,19%. Sementara itu, dolar Hong Kong menguat 0,03%. Yuan China melemah 0,04%, ringgit Malaysia turun 0,26%, dan baht Thailand melemah 0,05% terhadap dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.833 per Dolar AS, Mata Uang Asia Kompak di Zona Hijau
Riset Trading Economics mencatat pelemahan rupiah dipicu sikap pasar yang semakin berhati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi domestik penting. Hari ini, investor menanti publikasi produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal IV 2026, yang diperkirakan kembali melambat seiring dampak lanjutan bencana di Sumatra pada tahun sebelumnya.
Selain itu, pasar juga menunggu rilis data cadangan devisa Januari, yang dijadwalkan keluar dalam beberapa hari ke depan, setelah pada Desember mencatatkan level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir.
Di sisi kebijakan, ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan masih terbuka, menyusul pemangkasan suku bunga kumulatif 150 basis poin sejak September 2024. Bank Indonesia dinilai kini lebih fokus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah output yang belum kembali ke level potensial.
Baca Juga : Rupiah Terkoreksi ke Rp16.848 per Dolar AS, Tekanan Mata Uang Asia Masih Berlanjut
Meski demikian, tekanan terhadap rupiah relatif terbatas setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa nilai fundamental rupiah berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS.
Secara terpisah, pemerintah Indonesia juga mengonfirmasi bahwa kesepakatan tarif timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat telah rampung dan tinggal menunggu proses penandatanganan.
Sebelumnya, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak dan ditutup melemah di rentang Rp16.770–Rp16.800 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.881 per Dolar AS, Tertekan Pergerakan Mata Uang Asia
(Dra/nusantaraterkini.co).
