Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tekanan Bear Market Menguat, Wacana RUU Bitcoin AS Kian Meredup

Harga Bitcoin melemah di fase bear market seiring meredupnya wacana RUU Bitcoin dan Strategic Bitcoin Reserve Amerika Serikat.

Pengamat pasar kripto dan kebijakan aset digital, Vinsensius Sitepu, menilai kepastian regulasi diperlukan agar arah kebijakan tidak berhenti pada wacana semata, Minggu (8/2/2026).(foto:istimewa)
Pengamat pasar kripto dan kebijakan aset digital, Vinsensius Sitepu, menilai kepastian regulasi diperlukan agar arah kebijakan tidak berhenti pada wacana semata, Minggu (8/2/2026).(foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN-Harga terus melemah di tengah meningkatnya persepsi bahwa pasar telah resmi memasuki fase . Tekanan harga ini terjadi bersamaan dengan meredupnya narasi besar terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Bitcoin serta wacana pembentukan di .

Efek psikologis dari perintah eksekutif Presiden Donald Trump mengenai pembentukan “-reserve" class="article-tag-link" rel="tag">Strategic Bitcoin Reserve” yang diumumkan pada Maret 2025 mulai kehilangan daya dorong. Hingga kini, pasar belum melihat adanya tindak lanjut konkret yang dapat memberikan kepastian kebijakan maupun sentimen positif jangka menengah.

Pengamat pasar dan kebijakan aset digital, Vinsensius Sitepu, menilai kondisi ini menunjukkan urgensi bagi untuk segera mengesahkan Undang-Undang . Menurutnya, kepastian regulasi diperlukan agar arah kebijakan tidak berhenti pada wacana semata.

“Tanpa pengesahan undang-undang, narasi berisiko hanya menjadi efek psikologis jangka pendek. Pasar membutuhkan kejelasan arah, bukan sekadar sinyal,” ujar Vinsensius dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (8/2/2026).

Ia menambahkan, kerangka regulasi Bitcoin di Amerika Serikat berpotensi menjadi acuan global dan diadopsi oleh negara-negara anggota G20. Namun, regulasi tersebut dinilai harus berjalan paralel dengan penguatan use case Bitcoin di sektor riil.

Salah satu penggunaan yang dinilai krusial adalah pemanfaatan sebagai alternatif sistem remitansi lintas negara yang lebih cepat dan efisien. 

“Keberlanjutan dan legitimasi Bitcoin pada akhirnya ditentukan oleh kekuatan use case-nya, bukan semata oleh pergerakan harga yang spekulatif,” katanya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru