Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Menguat di Kisaran Rp 16.420–Rp 16.470 Per Dolar AS

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
nilai rupiah ditutup menguat 0,07% ke posisi Rp 16.470 per dolar Amerika Serikat (AS). Sejalan, rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) juga ditutup menguat 0,03% ke level Rp 16.457 per dolar AS.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (10/9/2025) nilai rupiah menguat tipis seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang makin kuat. 

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Melorot 0,02% Dibuka di Level Rp16.428 Per Dolar AS

Berdasarkan data Bloomberg, pada Rabu (10/9/2025), nilai rupiah ditutup menguat 0,07% ke posisi Rp 16.470 per dolar Amerika Serikat (AS). Sejalan, rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) juga ditutup menguat 0,03% ke level Rp 16.457 per dolar AS.

Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat Didukung oleh Sentimen Adanya Ekspektasi Seflasi AS

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, nilai tukar rupiah menguat tipis karena terdapat penguatan ekspektasi pasar dari penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps) di bulan ini. 

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Melorot 0,06% Ditutup di Level Rp16.425 Per Dolar AS

Pasalnya, statistik ketenagakerjaan AS menunjukkan perekonomian telah menciptakan 911.000 lebih sedikit lapangan kerja selama setahun terakhir dibandingkan perkiraan sebelumnya.

“Ini sebuah tanda melemahnya pertumbuhan penggajian dan melemahnya pasar tenaga kerja,” papar Ibrahim.

Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Bakal Menguat di Pasar Spot

Untuk perdagangan Kamis (11/9/2025), ia mencermati data inflasi utama AS untuk Agustus akan menguji spekulasi pemangkasan suku bunga.

Menurut Ibrahim, data inflasi utama AS bulan Agustus akan diawasi secara ketat untuk melihat tanda-tanda peningkatan tekanan harga. “Mengingat, sebagian besar tarif perdagangan Trump mulai berlaku bulan lalu,” imbuhnya.

Sementara itu, dari domestik, rupiah dapat dipengaruhi oleh sentimen kabar pemerintah yang tengah menyiapkan stimulus tambahan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. 

“Masalah utama terletak pada pelaksanaan program pemerintah yang masih berjalan lambat,” kata Ibrahim.

Dus, untuk perdagangan Kamis (11/9/2025), Ibrahim memprediksi rupiah menguat di kisaran Rp 16.420–Rp 16.470 per dolar AS.