Wall Street Melemah Lagi dan Indeks S&P 500 pun Akhiri Kenaikan Terpanjangnya dalam 20 Tahun
Wall Street kembali melemah dan indeks S&P 500 pun mengakhiri kenaikan terpanjangnya dalam 20 tahun karena investor menilai pengumuman tarif terbaru P
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Senin (5/5/2025), Wall Street kembali melemah dan indeks S&P 500 pun mengakhiri kenaikan terpanjangnya dalam 20 tahun karena investor menilai pengumuman tarif terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dilakukan jelang rapat Federal Reserve yang digelar akhir pekan ini.
BACA: Indeks-indeks Utama Wall Street Menghijau Tanda-tanda Meredanya Ketegangan Perang Dagang AS-China
Di mana indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 98,60 poin, atau 0,24% menjadi 41.218,83, indeks S&P 500 melemah 36,29 poin atau 0,64% ke 5.650,38 dan indeks Nasdaq Composite melemah 133,49 poin atau 0,74% menjadi 17.844,24.
Indeks Dow juga mengakhiri sembilan sesi kenaikan beruntun, yang terpanjang sejak Desember 2023.
BACA: Wall Street Rontok Dipicu Komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell Mengenai Perlambatan Ekonomi
Sektor Energi ditutu anjlok 2% dan menjadi sektor dengan kinerja terburuk dari 11 sektor pada indeks utama S&P.
Hal itu terjadi setelah OPEC+ memutuskan untuk mempercepat kenaikan produksinya, yang menyebabkan kekhawatiran tentang lebih banyak pasokan karena permintaan masih tidak pasti.
Sentimen utama yang menekan pasar saham AS datang usai Trump mengumumkan tarif 100% pada film yang diproduksi di luar AS, tetapi tidak memberikan rincian tentang bagaimana pungutan tersebut akan dilaksanakan.
Saham telah bergejolak sejak Trump mengumumkan putaran tarif pertamanya pada tanggal 2 April, dengan indeks S&P 500 awalnya turun hampir 15%, hanya untuk stabil dan naik selama sembilan sesi terakhir berturut-turut hingga hari Jumat, rekor terpanjang sejak tahun 2004.
Pada hari Senin, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan, agenda tarif, pemotongan pajak, dan deregulasi Trump akan bekerja sama untuk mendorong investasi jangka panjang ke AS, menambahkan pasar dapat mengatasi turbulensi jangka pendek apa pun.
"Sembilan hari naik di S&P 500 sulit dipertahankan," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di B Riley Wealth di Boston.
"Kami mulai memperhitungkan kemungkinan kesepakatan diumumkan, tetapi kami kehabisan waktu untuk itu karena setiap minggu berlalu tanpa kami mulai membuat kesepakatan, kami menimbulkan kerugian ekonomi."
Beberapa saham produksi film dan televisi turun tajam tepat setelah pengumuman Trump, tetapi kemudian memangkas kerugian.
Saham Netflix turun 1,9% untuk mengakhiri 11 sesi kenaikan beruntun. Sementara, saham Amazon.com melemah 1,9% dan Paramount Global turun 1,6%.
Saham Kelas B Berkshire Hathaway anjlok 5,1% usai pengumuman Warren Buffett yang akan mengundurkan diri sebagai CEO perusahaan konglomerat tersebut.
Di sisi ekonomi, survei Institute for Supply Management menunjukkan sektor jasa mengalami peningkatan pertumbuhan pada bulan April, sementara ukuran harga yang dibayarkan oleh bisnis untuk bahan dan jasa melesat ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun, yang menunjukkan tarif menyebabkan tekanan inflasi meningkat.
Investor akan mencermati pengumuman kebijakan Fed pada hari Rabu, di mana bank sentral sebagian besar diharapkan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Komentar dari Ketua Fed Jerome Powell akan diteliti untuk mengetahui tanda-tanda kapan Fed akan menyesuaikan kebijakan moneter.
Pasar memperkirakan sekitar 75 basis poin pemotongan suku bunga oleh Fed untuk tahun 2025, dengan pelonggaran pertama setidaknya 25 basis poin kemungkinan terjadi pada pertemuan bank sentral bulan Juli, menurut data LSEG.
Investor juga khawatir tentang bagaimana tarif dapat memengaruhi profitabilitas perusahaan. Saham Tyson Foods anjlok 7,7% setelah perusahaan pengepakan daging itu gagal memenuhi ekspektasi pendapatan kuartalan.
Namun, saham Skechers berhasil melonjak 24,3% setelah pembuat alas kaki itu setuju untuk diambil alih oleh 3G Capital dalam kesepakatan senilai US$ 9,4 miliar.
(wiwin/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAHarry Kane Ungkap Rahasia Sepak Bola Modern, Fleksibilitas Posisi Jadi Kunci
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALWNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Cuma Dilatih Sebulan Langsung Dikirim ke Medan Perang
hendra·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerseret Kasus Dugaan Pelecehan, Anggota DPRD Kota Serang Minta Tak Ditahan
hendra·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolri Bongkar TPPO Berkedok Rekrutmen Tentara Rusia, 13 Orang Jadi Tersangka
hendra·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALImigrasi Denpasar Amankan 3 WNA Diduga Tawarkan Jasa Prostitusi, Tarif Capai Rp13,7 Juta
hendra·5 jam yang lalu -
NASIONALGibran Didesak Mundur Usai Putusan MA, Denny Indrayana Minta DPR Mulai Proses Pemakzulan
hendra·6 jam yang lalu -
NEWSOJK Pacu Inovasi Keuangan Syariah, Produk dan Layanan Diminta Lebih Berpihak pada Konsumen
hendra·6 jam yang lalu -
NEWS VIDEOEdarkan 599 Vape Narkoba, E-S Pegawai Lapas Kelas I Medan Terancam Dipecat
Fadli Tara·7 jam yang lalu -
SUMSELKetua RT dan RW Jadi Korban Pembacokan Brutal di Palembang, Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Pelaku
hendra·7 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKetua RT dan RW di Palembang Dibacok OTK, Diduga Gegara Sengketa Lahan
Rozie Winata·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan