Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Trump Lontarkan Ide Kontroversial, Ingin Venezuela jadi Negara Bagian ke-51 AS

Donald Trump melontarkan ide agar Venezuela menjadi negara bagian ke-51 AS dan dipimpin oleh seorang gubernur

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: dok X/@Q17_patriots_1)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: dok X/@Q17_patriots_1)
A A

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat kembali mencuri perhatian publik lewat gagasan kontroversialnya. Dalam lawatannya, ia menyebut berpeluang untuk bergabung dan menjadi Amerika Serikat.

​Ide tersebut disampaikan Trump di hadapan para pendukungnya saat menghadiri kampanye pemilihan paruh waktu di Corpus Christi, Texas, pada Selasa malam (27/10/2026).

Di tengah pidatonya, ia bahkan berseloroh agar sistem pemerintahan diubah, dari posisi presiden menjadi jabatan gubernur jika rencana tersebut terealisasi.

​"Mari kita wujudkan dan jadikan mereka . Nantinya, alih-alih presiden, mereka cukup memilih seorang gubernur. Bagaimana menurut kalian? Lagipula, mereka punya cadangan minyak yang melimpah," ucap Trump di atas panggung, seperti dikutip dari RMOL, Rabu (28/10/2026). 

​Kendati melontarkan usulan yang cukup mengejutkan tersebut, Trump belum memaparkan rincian teknis maupun langkah strategis untuk merealisasikan rencana integrasi tersebut.

​Penguatan Kerja Sama Sektor Energi

​Dalam kesempatan yang sama, Trump menyoroti dinamika hubungan diplomatik antara Washington dan Caracas yang kini menunjukkan progres signifikan, khususnya dalam kerja sama sektor energi. Ia menyampaikan apresiasi atas terjalinnya hubungan bilateral yang dinilai semakin erat dan produktif.

​Sebagai bagian dari kesepakatan anyar antarkedua negara, Amerika Serikat dilaporkan telah menerima pasokan perdana berupa satu juta barel minyak mentah Venezuela secara cuma-cuma. Trump mengeklaim pencapaian ini sebagai tonggak sejarah baru yang memperkuat kendali AS terhadap peta pasokan minyak global.

​Lebih lanjut, komoditas minyak asal Venezuela tersebut nantinya akan diproses di sejumlah kilang di wilayah Texas, termasuk di kawasan Corpus Christi. Selain mengamankan pasokan energi domestik, investasi ini diyakini mampu membuka lapangan kerja masif di Venezuela serta membuka jalan bagi stabilitas ekonomi negara tersebut di masa depan.

​"Kita berhasil mengekstraksi begitu banyak minyak untuk kebutuhan dalam negeri. Negara itu perlahan menuju kemakmuran, dan siapa yang tahu? Bisa jadi suatu saat nanti mereka benar-benar bertransformasi menjadi negara bagian ke-51 yang makmur," pungkasnya.

(*/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait