Nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN - Tiga minggu lamanya keluarga Donna Wati Harefa (37), warga Kota Padangsidimpuan berjuang melawan sakit tanpa berobat.
Ia, suami, dan anak-anaknya terserang batuk, pilek, dan demam, tetapi hanya bisa mengandalkan obat seadanya di rumah. Beruntung masih ada uang yang bisa disisihkan untuk makan dan kebutuhan sekolah anak.
Baca Juga : BPJS Kesehatan Keliling Desa, Jemput Bola Hingga ke Pelosok Tabagsel
Kondisi Donna akhirnya mencapai titik terendah, suhu tubuhnya melonjak tinggi disertai menggigil hebat.
Dalam keadaan panik, seorang tetangga membawanya ke Rumah Sakit TNI AD Padangsidimpuan. Berbekal Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada di KTP, malam itu kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penyelamat hidupnya.
" Sebenarnya kami sudah tiga minggu sakit sekeluarga, kecuali suami sudah baikan. Tapi saya takut berobat ke rumah sakit karena khawatir biaya mahal. Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, mungkin saya sudah tidak ada sekarang karena tidak bisa berobat,” tutur Donna, Jumat (31/10/2025).
Donna mengaku sangat terharu melihat masih banyak orang baik di sekitarnya yang peduli. Saat pertama kali dibawa ke rumah sakit oleh tetangga, ia sama sekali tidak menyangka akan mendapat pertolongan begitu cepat.
Baca Juga : Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Bakal Dihapus, Pengamat: Hak Konstitusional Rakyat Peroleh Layanan Kesehatan
Ia yang kala itu lemah karena demam tinggi merasa diselamatkan bukan hanya oleh pengobatan medis, tetapi juga oleh kepedulian lingkungan dan jaminan kesehatan yang ia miliki.
Bersama suaminya, Donna bekerja sebagai petani di ladang kecil di desanya. Penghasilan yang mereka dapatkan tidak menentu, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kadang hasil panen bagus, tapi sering kali tidak seberapa.
Karena kondisi ekonomi itulah, pemerintah mendaftarkan mereka sebagai Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Donna mengalami demam tinggi dengan gejala infeksi paru ringan, sehingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Donna mengatakan dirawat selama empat hari, mendapatkan pengawasan medis secara rutin, dan diberikan obat-obatan hingga kondisinya berangsur membaik.
Untuk pelayanan rumah sakit maksimal, perawatnya selalu datang ngecek keadaan saya. Obatnya juga bagus, cocok ke badan.
" Sekarang sudah jauh lebih sehat, sudah bisa jalan-jalan, bahkan saya tidak sabar mau mencangkul lagi," katanya dengan mata berbinar.
Donna mengaku bahwa selama dirawat di rumah sakit, tak ada satu rupiah pun yang ia keluarkan. Semua kebutuhan mulai dari pemeriksaan, obat-obatan, hingga perawatan medis ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Rasa haru dan syukur pun tak bisa ia sembunyikan, sesekali suaranya terdengar parau menahan isak tangis saat bercerita.
“Saya tidak bayar sama sekali, semuanya gratis. Tidak ada biaya ini dan itu, ternyata BPJS Kesehatan menanggung semuanya. Pelayanannya luar biasa, walaupun pakai BPJS tidak ada masalah,” ungkap Donna.
Kini, setelah dinyatakan boleh pulang oleh dokter, Donna bertekad untuk menjaga kesehatannya dan mematuhi anjuran medis. Ia mengaku kini merasa jauh lebih kuat dan bersyukur karena bisa segera kembali bekerja di ladang.
Baca Juga : BPJS kesehatan Pastikan Aplikasi Mobile JKN Penuhi Layanan Kesehatan Masyarakat
" Dokter bilang, kalau sudah pulang obat jangan distop dulu karena masih ada gejala paru sedikit. Saya juga dipesankan jangan sampai terlambat makan,” katanya.
Mengakhiri ceritanya, Donna menyampaikan harapan agar BPJS Kesehatan tetap hadir membantu masyarakat kecil. Menurutnya, BPJS Kesehatan melindungi masyarakat kecil dari beban biaya yang tiba-tiba muncul saat sakit.
Donna mengatakan keadaan kami sekarang serba sulit, anak-anak masih kecil, semua butuh biaya untuk makan dan bersekolah.
"Memang tidak dapat bantuan lain, tapi Pemerintah membayarkan iuran BPJS Kesehatan. Itu pun kami sudah sangat bersyukur, karena bagi kami kesehatan itu lebih penting dari apa pun," ucap Donna.
Kini Donna bisa kembali ke rumah bersama keluarga tercinta. Tubuhnya telah pulih, semangatnya kembali, dan keyakinannya terhadap masa depan tumbuh lagi.
Ia tak sabar kembali ke ladang bekerja keras seperti sedia kala, namun kali ini dengan perasa aman karena tahu bahwa jika suatu hari sakit datang lagi, ia tak perlu khawatir.
(ron/nusantaraterkini.co)
