Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

RS Adam Malik Beri Penjelasan soal UHC Pasien Bayi yang Ditagih Pembiayaan

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
RS Adam Malik. (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Rumah Sakit (RS) Adam Malik memberikan klarifikasi atas video yang beredar di media sosial, terkait UHC dan pembiayaan pasien bayi berusia 1 tahun berinisial ANZ. 

Dalam postingan di akun Toktok @jasa_bongkar_pasang_lemari_, keluarga meminta tolong kepada Gubernur Sumut Bobby Nasution, karena mengaku meski UHC nya telah aktif, tetapi RS menagih biaya sebesar Rp37.500.000 kepada anaknya yang telah meninggal.

Baca Juga : RS Adam Malik Medan Gandeng Puskesmas Kampanyekan Penanganan Kanker di World Cancer Day 2026

Manajer Hukum & Humas RS Adam Malik

Rosario Dorothy membenarkan ANZ dirawat di RS Adam Malik sejak 14 Januari 2026.

Baca Juga : RS Adam Malik Borong Dua Penghargaan Nasional dari Kemenkes

"Pasien masuk melalui IGD dengan kondisi berat, dan langsung dilayani sesuai indikasi medis walaupun tanpa jaminan/BPJS," ungkapnya, Rabu (28/1/2026). 

Baca Juga : Bobby Nasution Siapkan Kompetisi Desa Berhadiah Rp50 Miliar dan Dorong Pembangunan Estetis

Selanjutnya, jelas Rosario, keluarga kemudian minta menggunakan UHC, namun terkendala karena nama pasien belum terdaftar di Kartu keluarga.

"Meski begitu, pasien tetap dilayani dan dirawat di ruang ICU," jelasnya. 

Baca Juga : Gubernur Bobby Nasution Dampingi Kapolri dan Ketua Komisi IV Tinjau Korban Bencana dan Salurkan Bantuan

Setelah itu, pada tanggal 19 Januari 2026, keluarga berhasil mengurus KK pasien dan petugas RS langsung membantu mengurus UHC pasien ke Dinas Kesehatan terkait.

Tapi, pada malam harinya, pasien mengalami perburukan dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 23.00 WIB, sementara UHC pasien baru akan aktif tanggal 20 Januari 2026, sehingga pasien masih tercatat sebagai pasien umum. 

"Mohon dapat dipahami bersama bahwa kewajiban RS adalah melayani pasien sesuai indikasi medisnya, dan itu sudah kami lakukan semaksimal mungkin sampai pasien meninggal dunia," pungkasnya. 

(zie/nusantaraterkini.co)