Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

BPJS kesehatan Pastikan Aplikasi Mobile JKN Penuhi Layanan Kesehatan Masyarakat

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) memastikan terus mengikuti perkembangan teknologi untuk memastikan pelayanan Kesehatan di masyarakat berjalan baik dengan mengoptimalkan aplikasi Mobile JKN.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menuturkan, dengan aplikasi Mobile JKN dimana hampir seluruh pelayanan dalam hal kepesertaan, kemudian antrian online, kemudian bugar atau sikap promotive hingga preventif untuk Kesehatan semua bisa diakses di mobile JKN dan termasuk screening Kesehatan ada juga disitu.

Baca Juga : Komisi IX Apresiasi Rencana Pemerintah Fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan untuk Ojol

"Jadi, hal-hal yang seperti itu masuk dalam mobile JKN dan sudah ada termasuk obat-obatan yang dikonsumsi ada di historis mobil JKN," tegas Rizzky kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (9/10/2025).

Selain itu, selama berjalannya tahun 2025, BPJS Kesehatan sudah bekerjasama kurang lebih 23 ribu fasilitas Kesehatan (faskes) tingkat pertama ini terdiri dari puskesmas, klinik (dokter perorangan) sehingga dari sisi pelayanan Kesehatan tingkat pertama BPJS Kesehatan sudah menyebar di seluruh wilayah Indonesia perkotaan maupun perdesaan ataupun pelosok Indonesia.

Baca Juga : Usung Keperdulian Terhadap Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Berbagi dengan Ojol di Kota Medan

"Karena itu, apabila ada penyakit-penyakit yang ditangani ditingkat pertama misalnya di puskemas atau klinik ini bisa segera terobati. Namun apabila memerlukan penanganan khusus atau ada kasus spesialisi khusus akan tetap bisa dirujuk ke rumah sakit karena kita sudah bekerjasama dengan 3.200 rumah sakit di swasta maupun negeri kita juga sudah bisa menjangkau," ujarnya.

Lebih lanjut Rizzky mengatakan, apabila memang ada penyakit khusus serta emergency ini bisa segera ditangani sehingga peserta tidak kesulitan dalam melayani asalkan dengan syarat peserta harus aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Baca Juga : Pemkab Dairi Lindungi Ribuan Pekerja Rentan Sawit Dengan BPJS Ketenagakerjaan

"Terlebih, karena saat ini sudah 98,6 persen atau 282 juta penduduk hampir semua terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Sehingga, apabila peserta butuh layanan Kesehatan atau butuh akses Kesehatan kita akan perbanyakan dengan fasilitas-fasilitas Kesehatan yang akan lebih mudah," ujarnya.

Karena itu, Rizzky menegaskan BPJS Kesehatan untuk berkomitmen serta bekerjasama dengan support oleh tenaga medis di perkotaan maupun pedesaan sehingga program JKN ini berkesinambungan dan tetap ada di seluruh pelosok Indonesia untuk melayani dan menyehatkan masyarakat Indonesia pada umumnya.

 (cw1/nusantaraterkini.co)