Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Targetkan Nol Kematian 2030, Palembang Luncurkan Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, PALEMBANGTarget "Zero Dengue Death" atau nol kematian akibat DBD pada tahun 2030 resmi dicanangkan di Palembang melalui peluncuran program pemantauan aktif vaksinasi dengue yang melibatkan 7.500 anak sekolah dasar di wilayah Sumatera Selatan, Rabu (18/2/2026).

Program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) ini berfokus pada siswa usia 6-10 tahun di 60 sekolah dasar. 

Baca Juga : Tepis Isu Lonjakan Tarif, Pemprov Sumsel Tegaskan Tak Ada Kenaikan Biaya Pajak Kendaraan

Langkah proaktif ini diambil untuk memperkuat perlindungan pada kelompok rentan, mengingat data tahun 2025 menunjukkan Palembang sebagai wilayah dengan kasus dengue tertinggi di Sumsel, yakni 968 kasus dengan 3 kematian.

Baca Juga : Pemprov Sumsel Tolak Izin Jalan Umum bagi Perusahaan Tambang yang Tidak Membangun Jalur Khusus

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyampaikan jika untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan musiman.

“Pemerintah Provinsi Sumsel memiliki komitmen kuat menuju nol kematian akibat dengue pada 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan langkah yang lebih proaktif, berbasis data, dan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Inisiatif di Palembang ini mencerminkan komitmen kita untuk melindungi generasi muda dan memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat,” ujar Deru.

Baca Juga : WNI Asal Sumsel di Kamboja Alami Kekerasan, Gubernur: Boleh Kerja ke Luar Negeri tapi Jalur Resmi

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, dr. Trisnawarman, menyebut urgensi program ini sangat tinggi karena data tujuh tahun terakhir mencatat 41 persen kematian akibat dengue di Sumsel terjadi pada kelompok usia 5-14 tahun.

Baca Juga : Gurihnya Laksan Kuah Udang Satang Kedai Pempek Ce’ Anie: Menilik Primadona Buka Puasa yang Tembus Pasar Hong Kong

“Anak usia sekolah merupakan kelompok paling rentan. Oleh karena itu, kolaborasi pelaksanaan vaksinasi serta pemantauan aktif pada anak-anak di Palembang ini menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi model bagi pengendalian dengue di wilayah lain,” imbuhnya.

Ketua Pelaksana Program, dr. Ariesti Karmila, memerinci bahwa dari 7.500 anak yang masuk dalam skema pemantauan, sebanyak 5.000 di antaranya akan mendapatkan vaksinasi. 

Baca Juga : Menelusuri Jejak Leluhur dalam Ziarah Palembang Lamo, Mengenal Sang Penjaga Sejarah Palembang

"Metode inovatif termasuk vaksinasi hadir sebagai pelengkap PSN dan 3M Plus agar rantai penularan dengue dapat ditekan secara berkelanjutan," tuturnya.

Program ini merupakan bagian dari studi pemantauan aktif nasional yang dilaksanakan di Jakarta, Palembang, dan Banjarmasin, serta melibatkan studi multinegara bersama Thailand dan Malaysia. 

Penanggung Jawab Nasional, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan hasil dari studi tiga tahun ini sangat dinantikan untuk menurunkan angka kematian hingga 50 persen.

“Melalui pemantauan terstruktur ini, kami berharap memperoleh gambaran kesehatan anak-anak di wilayah beban dengue tinggi. Hasil ini akan menjadi dasar pemberian vaksinasi dengue dalam program nasional untuk menyongsong target nol kematian di tahun 2030,” katanya.

PT Takeda Innovative Medicines, melalui Head of Medical Affairs dr. Arif Abdillah mengungkapkan jika komitmennya mendukung kerja sama lintas sektor ini sebagai solusi jangka panjang. 

“Tantangan dengue membutuhkan kerja sama konsisten dan berbasis sains. Melalui kolaborasi ini, kami mendukung penguatan perlindungan anak-anak sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.

 (Tia/Nusantaraterkini.co)