Sultan Najamudin Dorong Aturan AI hingga Tata Ulang Ketatanegaraan
Sultan Najamudin Dorong Aturan AI hingga Tata Ulang Ketatanegaraan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA โ Ketua DPD Sultan B. Najamudin menyambut baik rencana pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.
Menurut Sultan, Munas ICMI tidak hanya penting sebagai forum organisasi, tetapi juga harus menjadi momentum untuk membahas berbagai persoalan strategis yang dihadapi bangsa.
โYang penting bukan hanya muktamarnya, tetapi juga isu-isu yang akan mulai kita kembangkan,โ kata Sultan usai pertemuan dengan pimpinan ICMI, Senin (21/9/2026).
Sultan mengatakan, DPD RI akan mendorong kerja sama dengan sejumlah lembaga dan organisasi, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), untuk membahas isu-isu besar terkait kondisi nasional.
Kolaborasi tersebut, kata dia, juga diperlukan untuk memperkuat sejumlah agenda legislasi yang menjadi usulan DPD RI. Di antaranya terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan, masyarakat adat, lingkungan, serta pengelolaan korban perubahan iklim.
โDPD juga meminta dukungan ICMI dan BRIN terkait dengan beberapa produk legislasi yang diusulkan oleh DPD,โ ujarnya.
Selain itu, Sultan menyebut perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu isu yang perlu mendapat perhatian serius.ย
Menurutnya, perkembangan AI tidak mungkin dihentikan sehingga diperlukan kerangka regulasi agar pemanfaatannya dapat dikendalikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
โKita akan menginisiasi semacam payung hukum atau regulasi, atau mungkin legislasi terkait dengan AI. AI ini sesuatu yang tidak bisa dicegah, tetapi kalau tidak diatur juga bisa tidak terkendali,โ jelas Sultan.
Dalam pertemuan tersebut, Sultan juga menyoroti perlunya penataan kembali sistem ketatanegaraan dan kelembagaan negara. Menurutnya, kewenangan setiap lembaga negara perlu ditempatkan secara tepat agar dapat menjalankan fungsi secara efektif dan berkontribusi lebih nyata bagi negara.
Ia juga mengakui demokrasi Indonesia menghadapi tantangan, salah satunya biaya politik yang semakin mahal.
โSemua sepakat bahwa demokrasi kita makin hari makin mahal. Itu yang harus kita tata ulang, lalu lembaga-lembaga negara juga harus kita tata ulang sesuai dengan kewenangannya,โ pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
E-SportTekuk Alter Ego 3-1, NAVI Melaju ke Final Upper Bracket MPL S18
Herman Saleh Harahap·Beberapa detik yang lalu -
SUMUTImigrasi Padangsidimpuan Bentuk Timpora, Perkuat Pengawasan Orang Asing
Rozie Winata·5 menit yang lalu -
NEWS VIDEOBonatua Silalahi Diperiksa Terkait Keabsahan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
6 menit yang lalu -
POLITIKFirman Soebagyo Desak DPR Revisi UU Pemilu, Ingatkan Bahaya Kekosongan Jabatan Kepala Daerah
Rozie Winata·45 menit yang lalu -
NASIONALKasus Penyadapan, DPR Desak Percepatan Undang-Undang Satu Data Indonesia
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
PERISTIWAWarga Helvetia Geruduk BPN Sumut, Tuntut Terbitkan Sertifikat 32 Hektare Lahan Eks Garapan PTPN II
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELGagas Pengolahan Sampah Modern, Sumsel Siap Resmikan PSEL Pertama di Indonesia
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELDari Tapsel hingga Sumsel, Rekam Jejak dan Dedikasi Irjen Pol Rony Samtana
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHutan Simalungun Digunduli, Warga Kampung Rondang Hatonduhan Nyaris Bentrok Pergoki Alat Berat
Fadli Tara·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan